Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Tahun 2045 merupakan momentum bersejarah, karena Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad usia negara Indonesia. Menyambut masa depan Indonesia kedepan, maka munculnya ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045. Target program Indonesia Emas 2045 masih 23 tahun lagi. Namun, pada dasarnya bibit-bibit unggul sudah ada dan telah disiapkan dari sekarang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat telah melaksanakan kegiatan launching atau sosialisasi program Tujuh Hari Berkarakter (7 Harkat) pada Sabtu (28/10/2022). Mengusung tema “Bersatu Bangun Bangsa” sebagai upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Ricky Suryadi S.H, M.Si, Ketua Perkumpulan Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Bandung menyampaikan sekolah swasta diajak oleh KCD VII untuk menerapkan program “7 Harkat” yang tujuannya untuk menyambut bonus demografi dari generasi yang akan datang. Maka dari sekarang dibentuklah generasi-generasi terbaik di lingkungan pelajar yang ada di Sekolah, khususnya SMA/SMK.
Tujuh harkat tersebut yaitu Senin bercerita tentang wawasan kebangsaan, Selasa (wawasan global), Rabu (literasi dan lingkungan hidup), Kamis (wawasan lokal), Jumat (sehat jiwa raga), Sabtu (rumahku istanaku), dan Minggu (sosial-kemanusiaan)
“Program itu difokuskan di sekolah selama 5 hari, sedangkan hari sabtu dan minggu untuk parenting dan kegiatan di masyarakat yang positif di lingkungannya masing-masing. Harapannya tumbuhlah kepribadian yang baik atau mendekati sempurna,” jelasnya kepada media cetak dan online Koran SINAR PAGI di SMA BPI Kota Bandung (3/11/2022)
Menurutnya waktu sosialisasi dihadapan para kepala sekolah, Kepala KCD VII, Firman Oktora sempat mencontohkan khusus sabtu temanya membangun keluarga harmonis, dan minggu berbagi, bergotong royong, berkegiatan positif lainnya bersama masyarakat atau teman sebayanya.
“Merespon arahan dari Dinas Pendidikan itu, maka Kami mengintruksikan kepada guru bertugas mengajar di sekolah yang tergabung dalam Perkumpulan Kepala Sekolah SMA Swasta Kota Bandung dan mengajak kepada wali murid untuk mensukseskan programnya. Karena peran orang tua di rumah sangat dominan untuk parenting atau mengerjakan aktivitas sebagai orang tua yaitu mengasuh, membimbing, serta mendidik anak dengan cara baik dan benar,” ucapnya
Apalagi peran orang tua merupakan bagian dari Tripusat pendidikan yang terdiri atas sekolah (guru, kepala sekolah, siswa), keluarga (orang tua/wali murid), dan masyarakat (komite sekolah, organisasi profesi). Pada dasarnya, tripusat pendidikan adalah konsep pendidikan untuk mewujudkan pendidikan karakter dan menghindarkan anak dari segala perbuatan buruk dan tercela. Supaya anak dapat tumbuh di lingkungan yang baik dan terbentuklah kepribadian yang baik pula pada anak.
https://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/h-dedi-supendi-s-stp-m-si-hidup-tanpa-buku-seperti-berada-dalam-rumah-tanpa-jendela/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/10/22/hari-santri-2022-ulama-bkprmi-jabar-didiklah-santri-sesuai-dengan-zamannya/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/11/04/hari-ikan-nasional-2022-dkp-jabar-akan-gelar-bazar-di-gedung-sete-2-desember-2022/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/

