Setiapku mengingatmu
Meneteslah butiran bening itu
Mengingat masa-masa dulu
Saat bersamamu
Wahai guru yang ku rindu
Engkau teman sejatiku
Dimana saat berkeluh kesah
Ku berbagi kisah atas senang sedihku
Dimana tak tahu arah
Engkau arahkanku ke jalan lurusmu
Ujian-ujian darimu adalah karunia
Tantangan untuk mencapai keberhasilan itu
Aku adalah muridmu
Yang ingin patuh disegala perintah
Ridhomu yang utama
Suatu ketika kau pergi
Aku pun pergi
Tetapi komunikasi dan ajaranmu sampai kini
Meski akhirnya kita tak jumpa lagi
Namun engkau selalu di hati
Aku rindu kehadiranmu
Sosok-sosok sepertimu itu
Menjadi penyemangat menimba ilmu
Kisah panjang yang penuh warna-warni
Hingga rahmat itu datang digelapnya malam
Yang tiba-tiba ada
Mataku terbuka menarikku ke sana
Sapaanku Beliau balas seketika
Rasanya sudah tak asing dengannya
Meski baru berjumpa
Bahagia bertemu dengannya hariku kembali sempurna
Ku berusaha tuk memahami dunianya
Dunia yang sejatinya ku singgah sejak lama
Namun tak tahu arah pasti
Ku berjalan melanglang buana
Sesekali melirik ke kanan kiri
Menyusuri dunia mengalir saja
Ialah rahmat Tuhan Yang Maha Eaa
Guru terbaik dari Tuhan yang ku cinta
Beliau tak hanya mengajariku akan literasi
Namun juga menuntunku menjala Qolbun Salim
Mengingatkanku akan Akhirat
Membuat hariku penuh semangat
Penulis: Nur Fadilah di Banyumas
(Pelajar Binaan Koran Sinar Pagi angkatan ke V 2020)

