Koran Sinar Pagi Kerjasama Kota Impian Tasikmalaya Langsung Salurkan Bantuan Gempa untuk Cianjur

0

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI,  Cianjur,- Warga Cianjur berduka, gempa bumi berkekuatan 5.6 Magneto dengan kedalaman 10 km yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 21 November 2022 pukul 13.21 WIB lalu, melulah lantahkan ribuan bangunan warga termasuk ratusan korban jiwa.

Gempa ini dirasakan pula hingga Bandung, DKI Jakarta, Tangerang, Rangkasbitung, dan Lampung.

Data BMKG hingga saat ini tercatat korban meninggal sebanyak 328 jiwa dan 12 lainnya yang masih dinyatakan hilang dan masuk Daftar Pencarian (DP).

Untuk menyelesaikan DP ini, Posko memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian korban hilang selama tiga hari, terhitung pada 1 hingga 3 Desember 2022. Hal tersebut melihat kondisi lapangan dan ahli waris yang masih mengharapkan ditemukannya korban yang masih hilang. Pernyataan ini disampaikan Bupati Cianjur Herman Suherman dalam keterangan pers di hari kesepuluh pascagempa.

“Kami, Kabupaten Cianjur telah membuat usulan penambahan waktu tiga hari ke depan,” ujar Bupati Cianjur.

Di samping itu, perwakilan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP)/Basarnas wilayah Jawa Barat Jumaril menyatakan pihaknya telah siap dengan sumber daya untuk perpanjangan pencarian korban hilang. Hal tersebut ditindaklanjuti setelah adanya permintaan dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Cianjur kembali menyampaikan imbauan untuk warga yang rumahnya tidak rusak struktur dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Segera secara bertahap, warga dapat kembali ke rumah, tentunya yang rumahnya tidak struktur,” ujar Bupati Cianjur.

Sedangkan rumah rusak ringan hingga sedang, warga dapat melihat kondisinya dan segera melakukan perbaikan. Hal ini tentunya setelah ada asesmen dari dinas terkait atau petugas yang ada di lapangan.

Data sementara untuk rumah rusak yang telah tervalidasi hingga kini sebanyak 17.864 unit, dengan rincian, rumah rusak berat 4.376, rusak sedang 5.306 dan rusak ringan 8.182.

Sementara itu KORAN SINAR PAGI bekerjasama dengan Perum KOTA IMPIAN (Sukajaya, Tamansari, Mangkubumi) Giriland Sukagalih TASIKMALAYA, Kota Galuh, Jumat (2/12/2022) siang langsung berangkat ke Kabupaten Cianjur untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Selimut, pakaian bekas layak pakai untuk Dewasa dan anak anak, Mie Instan, Minyak Goreng, Beras , susu kemasan untuk anak anak dan sejumlah uang.

“Ada beberapa titik lokasi yang akan kita salurkan bantuan untuk warga terkena dampak gempa ini diantaranya di wilayah Kecamatan Pacet, Cipanas dan sebagian warga Cianjur,” ungkap Tono, Koordinator aksi sosial dari Koran Sinar Pagi dan Humas Kota Impian Tasikmalaya, Sabtu (3/12/2022) di lokasi sahabat Jejen (Kp.Kuta Desa Mangun Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur) yang diterima oleh Acep.

Selanjutnya bantuan langsung menuju Kp.Cadas Gantung Desa Cibodas RT.01/06 Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Dilokasi beberapa rumah dan Masjid Hancur dengan bangunan rusak parah. “Ada sekitar 10 rumah warga yang rusak parah, termasuk Masjid Al Muhajirin namun korban jiwa tidak ada,” ucap Ny.Anon Relawan posko cadas Gantung yang setia menemani Koran Sinar Pagi mengunjungi beberapa rumah warga yang terkena dampak gempa.

Dia berharap, bantuan yang diberikan ini mudah mudahan bermanfaat dan sedikitny bisa meringankan beban warga yang terkena dampak gempa bumi Cianjur.

Pantauan Koran Sinar Pagi di lapangan hingga Jumat (2/12/2022) dinihari, sebagian warga Cianjur setiap malam terlihat masih berlindung dan tidur diatas tenda tenda yang disediakan BPBD, Instansi BUMN serta para relawan dari sejumlah daerah, Karena menurut beberapa keterangan warga yang ditemui wartawan menuturkan, hampir setiap hari getaran gempa masih terasa disebagian wilayah Cianjur terutama di wilayah Kecamatan Cugenang, Pacet dan Cipanas.

“Kemarin Kamis masih ada beberapa getaran gempa yang sangat dirasakan walaupun tidak begitu besar, namun kita bersama warga lainnya selalu waspada karena masih trauma dan takut dengan gocangan gempa beberapa waktu lalu,” ujar Peri warga Kecamatan Pacet yang diamini warga lainnya Aminudin kepada wartawan. (***)