Penjaga Polisi Saat Tarawih Pertama

0
174

Oleh : Sumiati (Ibu Rumah Tangga)

Ramadan adalah bulan mulia. Didalamnya terdapat banyak keutamaan. Bulan penuh keberkahan dan ampunan. Orang-orang berlomba-lomba dalam meraih pahala salah satunya salat tarawih.

Selain menantikan buka puasa kaum Muslim juga menantikan qiyamullail yaitu salat tarawih. Tetapi sangat disayangkan, terkadang disela-sela salat tarawih ada orang-orang yang menyalakan petasan sehingga mengganggu ketentraman salat tarawih tersebut. Selain itu, ada juga oknum yang memanfaatkan keadaan seperti mencuri dimana orang-orang sedang beribadah.

Sebagai salah satu antisipasi terjadinya tindak pidana pencurian agar masyarakat menjalankan ibadah salat tarawih dengan khusyuk, aparat kepolisian mengadakan penjagaan di malam pertama bulan ramadan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo yang dilansir dari SOREANG, AYOBANDUNG.COM, bahwa seluruh mesjid di Kabupaten Bandung pada tarawih pertama ini dijaga oleh petugas kepolisian untuk memastikan masyarakat menjalankan ibadah secara aman dan lancar.

Bukan hanya di malam pertama tarawih, tetapi petugas kepolisian akan menjaga mesjid dan musola yang menggelar salat tarawih selama ramadan.

Rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat saat ini memang sangatlah minim, selama penerapan sistem kapitalisme bercokol dimuka bumi ini. Terutama keamanan yang dirasakan oleh kaum Muslim.

Semenjak runtuhnya Daulah Islamiyyah di Turki, kaum Muslim seperti ayam yang kehilangan induknya. Tidak ada yang melindungi mereka baik dari keterjajahan maupun keamanan dan ketentraman diterapkannya sistem kapitalisme. Seharusnya disaat beribadah kaum Muslim merasakan kehusyukan terutama di bulan ramadan, tetapi karena sistem saat ini hanya berpihak kepada korporasi dan mengabaikan keamanan kaum Muslim.

Sebagai contoh, kita lihat kaum Muslim yang ada di Palestina, Suriah, Myanmar, dan juga Uighur mereka kehilangan rasa aman. Bahkan penguasanya seolah tidak peduli rakyatnya di serang oleh kafir penjajah.

Begitupun di negeri tercinta kita ini, masih banyak dari kaum Muslim yang belum merasakan keamanan selama menjalankan ibadah, terutama sewaktu menjalankan salat tarawih dimana mereka meninggalkan rumah. Disela itulah orang yang memanfaatkan keadaan.

Dalam sistem sekuler saat ini rasa aman itu terasa mahal. Banyaknya kejahatan dan juga kemaksiatan yang kerap terjadi membuktikan kalau rasa aman itu sangat lemah. Meskipun penjagaan diperketat, tetapi pelaku kejahatan masih kerap terjadi. Artinya, hukum yang berlaku pada saat ini tidak membuat efek jera. Bahkan pelaku kejahatan bisa bolak balik masuk penjara karena tidak adanya hukum yang tegas. Semua diakibatkan karena penerapan sistem sekuler saat ini yang menjauhkan agama dari kehidupan. Hukum yang dijalankan pun buatan manusia yang tidak mampu menghasilkan efek jera bagi para pelaku kejahatan.

Padahal Allah SWT telah memperingatkan terkait hukum manusia yang terdapat dalam firman-Nya, yang artinya:
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (Hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (TQS. al-Maidah [5]: 50).

Patut diapresiasi ketika Kapolresta Bandung mengadakan penjagaan terhadap warga yang sedang menjalankan ibadah tarawih. Dan berharap pengamanan tersebut terus berlanjut bukan hanya di waktu bulan ramadan saja, tetapi di bulan-bulan setelahnya pun.

Sebagaimana rasa aman yang dirasakan oleh kaum Muslim selama 13 abad dimana kasus kejahatan itu dapat dihitung tidak seperti saat ini hampir setiap hari kasus kejahatan kerap terjadi. Kejahatan akan segera ditumpas sampai keakarnya. Karena setiap individu masyarakat wajib terjaga keamanannya. Hukuman yang ditetapkan oleh syara’ dan dilaksanakan oleh negara untuk mencegah terjerumusnya seseorang kembali kepada kejahatan yang sama serta menghapus dosa pelakunya. Dengan kata lain disamping sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT penerapan had sebagai zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa).

Dalam Islam, akidah Islam sebagai asas kehidupan yang dijadikan sebagai acuan dalam menuntaskan berbagai problematika kehidupan yang ada, termasuk kejahatan yang mengintai umat manusia. Sehingga ketika nanti Islam yang diterapkan bukan hanya dihari pertama salat tarawih saja penjagaan tersebut tetapi selamanya.

Wallahu’alam bishshawab