Pewarta : Jeky EPSA

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Binokasih adalah nama dari sebuah Mahkota Kerajaan Sunda yang tersimpan di Musium Prabu Geusan Ulun – Keraton Sumedang Larang.
Mahkota Binokasih Syangyang Pake merupakan Mahkota Kerajaan Sunda sebagai simbol legitimasi kekuasaan Sunda tertinggi, terkaji didalamnya memiliki potensi kekuatan budaya dan makna yang terkandung didalam mahkota yaitu value atau nilai nilai baik nilai history / sejarah & nilai ideologi, filosofi.
Seperti diungkapkan Luky Djohari Soemawilaga, Ketua Yayasan Nazir Wakaf Pangeran Sumedang ( YNWPS), dari nilai sejarah masa kini menjadi kekuatan yang melahirkan kebijakan inovatif Sumedang Puseur Budaya Sunda ( SPBS) dan Rekonstruksi & Revitalisasi Keraton Sumedang Larang, ungkap nya.
” Dari nilai Ideologi, filosofi dapat ditemukan arti dalam penamaan mahkota yaitu Binokasih”, tambah nya, kepada koransinarpagijuara.com, Sabtu ( 15/4/23)
Binokasih, kata dia, dimaknai adalah membina kasih sayang , cinta, rohman rohim , dimana nilai cinta kasih ini dalam peradaban Sunda menjadi Sumberdaya nilai adiluhung tertinggi dalam menjalankan kehidupan berketuhanan Yang Maha Esa , bermasyarakat & bernegara .
Lebih jauh dikatakan Luky, nilai cinta kasih melahirkan gagasan Kasundaan Tilu Tangtu / Tri Tangtu Buana Resi, Rama & Ratu dengan filosofi silih asih , silih asah & silih asuh. Dan nilai ciinta kasih menurunkan sistem tatanan yaitu gotong royong, toleransi , menghormati terhadap perbedaan , indiskriminatif , melahirkan perdamaian , keadilan & kebijaksanaan dan lain – lain.
” Bukankah sumber dari isi Pancasila dengan sila lima nya lahir dari menggali potensi adat istiadat nusantara yaitu nilai cinta kasih”, pungkas Luky.
