OPINI/Artikel

Sanlat Untuk Pejabat

adminsigiku.com
×

Sanlat Untuk Pejabat

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)

Bupati Bandung mengatakan pejabat di Pemkab Bandung secara bertahap akan mengikuti pesantren kilat selama tiga hari, beliau juga menyatakan keyakinannya dengan pelaksanaan pembangunan berbasis agama akan meningkatkan prestasi termasuk Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) , terbukti dengan menaiknya PAD sampai 30 persen dan didistribusikan untuk kebaikan masyarakat termasuk pendidikan dan kesehatan. (jurnal Soreang.pikiran-rakyat.com)

Kegiatan Sanlat pejabat pemerintah selama tiga hari tidak bisa lantas diasumsikan bahwa pemerintah telah melaksanakan pembangunan berbasis agama, karena seperti kita ketahui sistem sekuler demokrasi menjadikan manusia hidup bukan dengan aturan Alloh SWT, aturan Alloh SWT dipisahkan dari kehidupan seperti misalnya kebijakan-kebijakan yang berorientasi memuaskan diri sendiri dan pemodal bukan berorientasi pada kemaslahatan rakyat dan ridho Alloh SWT.

Dari paradigma seperti inilah pejabat publik saat ini memimpin rakyat, mereka mengklaim diri mereka adalah wakil rakyat namun nyatanya mereka memanfaatkan kedudukan mereka untuk melegalisasi fasilitas – fasilitas mewah untuk kepentingan pribadi. Sistem demokrasi sudah cacat dari lahir maka pemimpin-pemimpin yang dilahirkan juga tidak jauh berbeda, sebenarnya sifat dari karakter para pemimpin atau pejabat publik akan baik jika sistem yang diterapkan adalah sistem yang shahih (benar) yaitu sistem Islam.

Dalam sistem Islam perbuatan seorang muslim harus berlandaskan akidah Islam, termasuk ketika mereka mendapat amanah sebuah jabatan, paradigma ini membawa para pejabat dalam sistem Islam meyakini bahwa setiap kebijakan yang di ambil akan di pertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Artinya jabatan dalam Islam bukan hanya masalah kekuasaan melainkan surga dan neraka. Al hasil sistem dan karakter para pemimpin dalam masa sistem Islam terbukti mempunyai nilai lebih di atas rata-rata, jika dibandingkan para pemimpin atau pejabat sekarang.

Sifat dan karakter para pemimpin dalam Islam dijelaskan dengan gamblang dalam buku ” The great leader of Umar bin Al Khattab”. Kisah kehidupan dan kepemimpinan Khalifah kedua dalam buku tersebut dijelaskan bahwa para gubernur pada masa Khalifah Umar bin Al Khattab wajib mempunyai akidah yang benar, meyakini dan senantiasa terikat dengan hukum syariah, meyakini takdir Alloh SWT, memiliki kemampuan memimpin masyarakat, jujur, menjadi contoh masyarakat, pemberani, Zuhud, senang berkorban, rendah hati, mau menerima nasihat orang lain, bijaksana, sabar, bercita-cita tinggi, memiliki keteguhan hati, memiliki keinginan yang kuat, adil, mampu menyelesaikan permasalahan dan lain-lain.

Wallahu a’lam bish-shawab