Penulis: Rini Tisnawati, S.Kom.,M.T.,MTA (Dosen Politeknik Piksi Ganesha)
Game adalah suatu keharusan untuk perangkat baik online maupun offline. Game offline dapat dimainkan kapan saja tanpa koneksi internet. Berbeda saat kamu bermain game online, kamu harus menggunakan Internet..Mengapa orang tertarik dengan game online dibandingkan game offline? Terkadang ada game online yang konsepnya sama dengan offline, tapi versi online lebih seru. Misalnya, game online memiliki lebih banyak level, item, lebih banyak musuh, dan lainnya.
Padahal untuk usia anak sekolah dasar seharusnya mereka sedang asyik-asyiknya bermain dan berbaur dengan teman sebayanya. Bermain game online dengan frekuensi waktu yang lama dan bermain dengan berlebihan dapat memberikan pengaruh yang negatif. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan emosi dan sosial anak yang nantinya akan berpengaruh pada perilakunya. Pada anak usia sekolah dasar termasuk usia yang masih rentan dengan hal-hal yang negatif, karena anak usia sekolah dasar belum mampu membedakan dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk untuk anak seusianya. Hal ini sejalan dengan maraknya game online yang sudah banyak mempengaruhi anak usia sekolah dasar yang saat ini sudah bisa dikategorikan dalam tahap kecanduan game online.
Perkembangan Emosi dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang bisa ditunjukkan oleh suatu individu terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang dialami oleh individu tersebut. Dalam proses perkembangan pada anak, emosi merupakan suatu hal yang krisis. Hal tersebut dikarenakan emosi merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku yang akan dikeluarkan oleh anak tersebut. Seperti halnya ungkapan bahwa baik itu emosi yang bersifat positif maupun emosi yang bersifat negatif yang akan menentukan bagaimana anak mampu menjadin hubungan dengan teman sebayanya dan orang dewasa. (Nurmalitasari, 2015). Menurut Suriadi dan Yuliani (2006) anak yang berusia 6-12 tahun atau anak usia sekolah dasar biasanya memiliki perkembangan emosi yang berbeda-beda.
Pengaruh positifnya adalah anak melek terhadap teknologi khususnya gadget anak juga dapat memahami berbagai aplikasi dalam gadget seperti Google classroom, WhatsApp, Tiktok dan beberapa game online diantaranya yaitu Mobile Legend, PUBG Mobile, dan Garena Freefire. Selain itu, anak juga mendapat pemahaman baru yaitu kosakata dalam bahasa asing khususnya bahasa inggris yang ada pada game online seperti “buff”, “farming” “ganking”, dan sebagainya. Adapun pengaruh negatif dari game online adalah anak menjadi kecanduan game online. Frekuensi anak dalam bermain game online yang berlebihan dapat menimbulkan banyak pengaruh negatif diantaranya yaitu pengaruh pada kesehatan mata anak, pengaruh pada perkembangan emosi dan sosial anak.
Pengaruh pada kesehatan mata yaitu anak merasakan gatal dan panas setelah bermain game online, hal tersebut terjadi karena anak bermain game online dalam gadget dalam waktu yang berlebihan sehingga menyebabkan penurunan kesehatan pada mata karena radiasi yang ada pada gadget. Namun meskipun mereka sudah merasakan penurunan pada kesehatan mata mereka masih tetap bermain tanpa mempedulikan hal tersebut.
Pengaruh pada perkembangan emosi anak diantaranya yaitu anak mudah merasakan emosi saat anak kalah dalam bermain game online, anak mudah marah dalam kehidupan sehari-harinya, dan anak yang bermain game online menjadi lebih agresif. Bentuk perilaku agresif yang masih dalam tingkat sedang yang muncul dapat berupa perilaku negatif seperti menyerang suatu obyek, menyerang secara verbal ataupun secara simbolis, serta dapat melanggar benda hak milik orang lain. Anak yang bermain game online sering mengeluarkan kata kasar saat mereka bermain, hal itu dianggap oleh anak sebagai luapan emosi mereka saat bermain. Sedangkan pengaruh pada perkembangan sosial diantaranya yaitu anak kurang berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya seperti dengan teman sebaya bahkan sampai dengan keluarganya. Hal tersebut mengakibatkan relasi anak dengan orang tua, keluarga, dan teman-teman sebayanya menjadi jauh. Anak juga menjadi asyik dengan dunianya sehingga anak cenderung lebih merasa nyaman untuk bermain sendiri, kurang aktivitas diluar rumah, dan menjadi anak yang kurang peduli dengan sekitarnya.
Dengan melihat lebih banyaknya pengaruh negatif dari pada pengaruh positif dalam bermain game online pada anak usia sekolah dasar, maka sangat penting peran orang tua dan guru bekerjasama dalam menangani anak yang sudah kecanduan game online agar pengaruh negatif tidak berlanjut sampai tahap yang lebih buruk. Orang tua dan guru dapat bekerjasama dengan melakukan berbagai cara diantaranya yaitu orang tua dan guru dapat memberikan pemahaman kepada anak apa saja pengaruh negatif yang dapat timbul dari penggunaan game online. Membatasi waktu anak dalam bermain game online, orang tua bisa membatasi anak dengan cara mengganti aktivitas anak dengan aktivitas yang lain seperti mengajak anak untuk belajar bersama, bermain atau aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh orang tua dan anak. Biasakan anak untuk tidur lebih awal, biasanya anak yang sudah kecanduan game online waktu tidurnya tidak teratur karena hampir setiap hari anak memainkan game online sampai tengah malam, dengan membiasakan anak untuk tidur lebih awal akan mengurangi frekuensi anak dalam bermain game online, Berikan pengarahan, pengawasan, dan dampingi anak saat sedang menggunakan gadgetnya, biasanya saat anak sedang asyik menggunakan gadget anak jadi lupa akan waktu. Dan Sering berkomunikasi dengan anak agar anak terbiasa berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan dapat mengurangi pengaruh negatif pada anak yang bermain game online.
https://www.koransinarpagijuara.com/2023/05/19/politeknik-piksi-ganesha-pt-pesona-khatulistiwa-nusantara-pemkab-bulungan-kolaborasi-magang-merdeka-belajar-desa-digital/












