Oleh: Muhammad Prakarsa Al Qadr Saleh., S.T., S.Kom., M.Kom
Dosen Politeknik Piksi Ganesha
Mungkin saat ini di negara Republik Indonesia sedang ramai tentang permasalahan marketplace untuk guru hal ini merupakan sebuah inovasi yang akan mendapatkan tanggapan positif maupun negatif. sebelum kita membahas bagaimana dampak yang mungkin terjadi tentang guru yang dianggap sebagai barang dan ditetapkan di marketplace kita harus mencoba memahami tentang esensial dari profesi yang bernama guru. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, pengertian guru adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Setelah memahami apa saja tugas dan tanggungjawab seorang guru, maka kita akan mengerti apa saja peran guru bagi para muridnya. Seorang guru merupakan ujung tombak dari yang namanya pendidikan hal yang terjadi saat ini mungkin kebanyakan mereka terlalu banyak berurusan dengan segi administrasi hal tersebut mungkin yang menyebabkan bagaimana para guru Kehilangan fokus dalam proses mengajar. Program marketplace yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Kemendikbud merupakan sebuah inovasi tentang bagaimana proses pemerataan guru di lingkungan satuan pendidikan Hal pertama yang menjadi sebuah permasalahan adalah beberapa guru tidak ditempatkan sesuai dengan kebutuhan sekolah.
“Marketplace untuk talent guru, di mana akan ada suatu tempat di mana semua guru-guru yang boleh mengajar masuk ke dalam sebuah data base yang bisa diakses oleh semua sekolah yang ada di Indonesia,” terang Menteri Pendidikan. Menanggapi hal ini perlu kita tingkatkan tentang pemahaman Siapa orang-orang yang bisa ada di marketplace di guru seperti diketahui bahwa orang-orang yang ada adalah guru honorer yang lulus seleksi, lulusan PPG pra jabatan, dan calon guru ASN.Polemik yang ada adalah bagaimana ketakutan dari guru yang telah mengajar mendapatkan nilai yang kurang pada saat proses penilaian sehingga mungkin dikhawatirkan akan memiliki nilai jelek di marketplace. Hal ini sebenarnya bukan sebuah permasalahan ketika kita memahami bahwa marketplace ini ditujukan untuk calon guru bukan guru-guru yang saat ini sudah mengajar di sekolah-sekolah negeri. Marketplace guru ini bukan untuk calon guru yang baru lulus kuliah tetapi merupakan guru yang lulus seleksi guru, yang telah mengikuti program PPG prajabatan serta calon guru ASN. Ketika mereka lulus secara tidak langsung mereka akan dikontrak oleh negara dengan apapun itu aturan yang berlaku nantinya sehingga pihak sekolah dapat memilih kebutuhan guru yang sesuai untuk ditempatkan di satuan pendidikannya. Dengan adanya marketplace ini mungkin kalau kalau kita berbicara dalam ranah perusahaan akan ditampilkan reporting atau quality report tentang guru tersebut sehingga akan memudahkan sekolah merekrut guru yang sesuai dan menghindari proses desentralisasi guru-guru hanya ingin mengajar di pulau Jawa. Lalu muncul lah pertanyaan bagaimana ketika guru tersebut tidak dipilih oleh satuan pendidikan, mungkin mereka akan dilakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan yang ada oleh pihak pemerintah.
Jadi sebenarnya ketika program marketplace ini ada seseorang yang memiliki jiwa untuk mengajar dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap ilmuwan yang dimiliki ini merupakan sebuah inovasi baru tentang bagaimana guru dapat memiliki portofolio tentang kemampuan mengajarnya dan secara tidak langsung mungkin ketika proses pengajaran guru akan meningkatkan kemampuan mengajarnya, karena yang memberikan penilaian bukan hanya dari pihak sekolah tempat dia mengajar masyarakat luas.Dengan adanya marketplace mungkin Proses Penilaian Kinerja Guru yang hanya menjadi data di satuan tingkat pendidikan dan hanya menjadi sebuah arsip akan berubah menjadi portofolio yang berguna bagi guru tersebut. maka untuk para guru mungkin program ini merupakan sebuah inovasi dalam melakukan pendataan kemampuan guru serta sebagai tempat untuk menunjukkan tentang bagaimana quality control dari seorang pendidik yang sesuai dengan keadaan saat ini.Beberapa hal yang mungkin dapat penulis sarankan ketika Platform ini dijalankan kemampuan yang menjadi point penting antara lain:
Kompetensi dalam mata pelajaran atau bidang pengajaran: Seorang guru harus memiliki pemahaman yang mendalam dan keterampilan yang kuat dalam mata pelajaran atau bidang yang diajarkan. Keahlian yang baik dalam menguasai materi pelajaran akan memberikan kepercayaan kepada murid atau orang tua yang mencari guru. Kemampuan berkomunikasi yang baik: Seorang guru harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif untuk dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan jelas kepada murid. Komunikasi yang baik juga meliputi kemampuan mendengarkan dengan baik, memahami kebutuhan dan tantangan murid, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Keterampilan mengajar yang interaktif: Di era digital, metode pengajaran yang interaktif menjadi penting. Guru harus mampu menggunakan berbagai alat dan teknologi yang ada di marketplace guru untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan berpartisipasi aktif. Ini termasuk penggunaan video, presentasi, materi tambahan, dan diskusi online Komitmen pada pengembangan diri: Sebagai seorang guru, penting untuk selalu berkomitmen pada pengembangan diri dan meningkatkan kualitas pengajaran. Guru harus terus belajar, mengikuti perkembangan terkini dalam bidang pendidikan, dan menggunakan metode yang inovatif untuk memperkaya pengajaran mereka.











