Oleh : Ita Riyatna (Ibu Rumah Tangga)
Publik kembali digegerkan dengan beredarnya sejumlah video di media sosial ,yang memperlihatkan Pemuda mengendarai sepeda motor Menghadang bus pariwisata dan memukul badan bus dengan menggunakan senjata berbahan besi. Aksi tersebut terjadi pada hari Minggu, 18 Juni 2023 berlokasi di Jalan Solokan Jeruk Kota Bandung.
Menanggapi hal tersebut Kapolresta Bandung mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika para pelaku yang berasal dari Pangandaran hendak menuju ke Jalan Soreang, aparat yang menerima informasi adanya kejadian tersebut segera mendatangi korban kemudian melakukan rangkaian Penyelidikan dan mengamankan para pelaku salah satunya berinisial TM (22 tahun) ditetapkan sebagai tersangka.
Keberadaan pemuda yang merupakan anggota komunitas geng motor menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat pasalnya, aksi yang dilakukan tidak hanya sekedar untuk menunjukkan eksistensi mereka tetapi mereka pun melakukan aksi yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
Sistem kapitalisme dengan asas sekuler telah menghilangkan peran agama dalam kehidupan juga dalam sistem pendidikan agama hanya dibolehkan mengatur perkara yang berkaitan dengan masalah ibadah seperti halnya salat, zakat ,puasa dan perkara ibadah lainnya akibatnya hilanglah nilai-nilai ketakwaan dalam diri masyarakat terutama para remaja tidak ada lagi standar halal dan haram dalam melakukan setiap aktivitas semuanya boleh dilakukan sekalipun bertentangan dengan aturan Islam.
Sistem ini pula telah menciptakan kemiskinan di tengah-tengah masyarakat ,sebagai akibat dari salah kelola kekayaan alam yang berlimpah ini pengelolaannya justru diberikan kepada pihak asing maupun swasta, kemiskinan telah mendorong para pemuda untuk melakukan perbuatan kriminal, mereka menjadi kebingungan setelah lulus sekolah kehidupan mereka tidak terarah, ditambah hilangnya pemahaman Islam dalam benak remaja menjadikan mereka semakin jauh terperosok dalam pergaulan yang rusak.
Negara seharusnya melindungi generasi muda dari kerusakan membimbing dan mengarahkan mereka ,sehingga menjadi pribadi-pribadi yang sholeh yang memiliki saksiyah Islam namun sayangnya penguasa dalam sistem kapitalis hanya berperan sebagai regulator saja. Hal ini tampak dari penanganan permasalahan komunitas geng yang meresahkan sulit dihilangkan.
Berbeda dengan sistem pemerintahan Islam dalam mengurusi rakyatnya ,dalam Islam kewajiban untuk mengurusi rakyat berada di tangan penguasa atau pemimpin ,”Rasulullah Saw bersabda” Imam atau khalifah adalah pengurus rakyatnya (H.R. Bukhari ).
Islam memandang bahwa permasalahan kenakalan remaja disebabkan oleh banyak faktor seperti rendahnya tingkat kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat ,hilangnya pemahaman Islam dalam benak kaum muslim khususnya remaja dan hilangnya peran negara dengan melindungi generasi dari kerusakan.
Dalam sistem Islam negara akan menciptakan sistem pendidikan yang berasaskan Aqidah Islam pemahaman Islam akan dipelajari secara menyeluruh di samping ilmu-ilmu terapan lainnya sehingga lahirlah generasi yang tidak hanya menguasai sains dan teknologi namun juga memiliki kepribadian Islam
Negara pun akan menutup rapat semua celah yang bisa merusak generasi seperti situs-situs kekerasan game online dan situs-situs lainnya negara juga akan menerapkan sanksi yang tegas dan mampu memberikan Efek jera kepada siapapun yang melakukan tindakan kejahatan.
Inilah upaya Islam dalam mencegah dan mengatasi tindak kejahatan di tengah-tengah masyarakat, termasuk kejahatan yang dilakukan oleh para remaja sudah seharusnya negeri ini meninggalkan sistem kapitalisme sekuler dan kembali kepada syariah Islam yang berasal dari sang pencipta.
Wallahu a’lam Bish-shawab
