OPINI/Artikel

Proyek Dilema Bagi Masyarakat

adminsigiku.com
×

Proyek Dilema Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sebagaimana kita ketahui, Proyek kereta cepat PT KAI (persero) menyatakan telah terjadi pembengkakan proyek ini mencapai hingga miliaran.
Sebelumnya, pendanaan proyek yang mencapai miliaran hingga triliun. Kini proyek tersebut diestimasikan membutuhkan dana miliaran hingga triliun.

Proyek kereta cepat jakarta_Bandung memang telah banyak menuai dilema masyarakat. Tak hanya menghadapi masalah pembengkakan biaya. Permasalahan dalam proyek KCB ini terjadi kesalahan perencanaan.
Seperti Bandara kertajati dan sebagainya.
Dengan demikian, bahwa kesalahan perencanaan ini bisa terjadi karena para perencana sering kali menggunakan penilaian berdasarkan intuisi yang sering kali tidak akurat.
Mereka membuat prediksi yang terlalu optimis dan mengabaikan dari luar.

Dengan demikian pembengkakan biaya proyek KCB ini makin menambah dilema hati rakyat. Kesulitan ekonomi kian dirasakan rakyat.
Ketika ditambah lagi dengan pembengkakan proyek dengan nilai yg begitu besar dan akan diselesaikan dengan merogoh kocek kantong kas negara, tentu semua itu bisa, dibayangkan kepada siapa negara akan “mencari” Uang. Tentunya semua itu dari rakyat dengan pengenaan pajak makin berat.

Sejatinya perencanaan yang demikian akurat membutuhkan usaha yang keras, tetapi semua itu yang bisa menghemat anggaran dan mencegah terjadinya proyek dilema masyarakat. Apalagi kekuasan yang ada di tangan penguasa adalah hak yang diberikan Allah SWT. Sejatinya untuk dijalankan secara amanah dan akan diminta pertanggung jawaban di yaumil akhir kelak.

Dengan demikian, didlam islam infrastruktur adalah fasilitas umum yang dibutuhkan oleh lapisan masyarakat, sehingga termasuk fasilitas umum yang tidak mungkin dimonopoli oleh individu, seperti jalan raya, laut, udara dan sebagainya. Semuanya ini merupakan bagian dari proyek yang di butuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat dan wajib disediakan oleh negara. Sejatinya merupakan fasilitas umum, maka penggunaannya pun gratis, tanpa dipungut biaya.

Sebagaimana kita pahami, metode pendanaan proyek dalam islam adalah memperhatikan terlebih dahulu, apakah proyek tersebut jika tidak ada akan mendatangkan kerusakan bagi lapisan masyarakat ataukah tidah, sesungguh nya jika kategori proyek yang tidak ada akan mendatangkan kerusakan bagi kalangan masyarakat, perlu dikaji dulu, apakah dibaitulmal, sementara penundaan proyek akan mengakibatkan kerusakan pada umat islam, maka pembangunan proyek ini menjadi tanggung jawab muslim.
Memproteksi kepemilikan umum seperti minyak, gas dan sumber tambang tertentu, hasilnya di ksuskan untuk pembangunan proyek.

Sebagaimna Rasullah saw. bersabda,

“Tidak ada hak untuk memproteksi, kecuali milik Allah dan Rasulnya. ” (HR Abu Dawud)
Dengan peradaban islam, pembangunan infrastruktur bisa terjadi dengan pesat, dengan metode pembiayaan yang mandiri, dan hasilnya berkualitas level dunia bisa dinikmati secara gratis. Sungguh peradaban yang mensejahterakan aman sentosa.
Dengan menegaskan jalan dibangun dengan kwalitas dan kwantitas terbaik untuk menampung pengguna jalan agar bisa terpenuhi hidupnya secara cepat. Urusan masyarakat pun terlayani dengan tepat.

Wallahu a’lam bishawab.