*Nama Destinasi Wisata Alam Nabawadatala Ternyata Memiliki Arti Yang Sangat Luas*

0
733

Pewarta : Jeky Epsa

Koran Sinar Pagi, Sumedang – Destinasi wisata alam Nabawadatala ini ternyata mengandung makna yang cukup menarik. Dari keterangan pengelola dikatakan nama itu diambil dari kitab Nabawadatala yang ditulis di daun lontar yang di dalamnya mengandung ajaran, yaitu 1.Katunggalan (Tuhan yg Maha Esa) 2.Nata diri nata nagara, dan 3.Pengobatan.

“Saat ini kitab tersebut dipegang oleh Gus Mus yang mula nya turun temurun dari orang tua nya. Beliau saat ini mendalami tentang pengobatan tradisional seperti bekam, akupunktur dan terapi tradisional.” ujar Ivan Sofyan, Manager Nabawadatala kepada koransinarpagijuara.com, Sabtu (29/7/2023)

Dibalik mendalami pengobatan, Gus Mus bernama lengkap Agus Muslim, memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Dan saat ini Gus Mus Terapi termasuk kedalam pengobatan warisan budaya tak benda yang sudah diakui oleh Disparbudpora Jawa Barat dan sedang di proses untuk ke Nasional.

“Objek wisata Nabawadatala didirikan untuk mengemban dan melestarikan amanah dari orang tua, bahwa di lokasi tersebut dijadikan tempat untuk belajar pengobatan dari kitab Nabawadatala. Maka untuk menghindari asumsi negatif lokasi tersebut di kemas dan dijadikan objek wisata alam dan budaya”, ungkap Ivan.

Setelah belajar ilmu pengobatan tradisional di Nabawadatala lalu disucikan di Leuwi Dangiang, dan berdo’a di Batu Wulung, dan hakikat nya do’a tersebut kepada Allah SWT.

Selain itu menurut Umar, Ketua Paguyuban Gusmus Terapy, yang duduk berdampingan dengan Ivan menambahkan bila Gus Mus sendiri mengemban amanah untuk menyebarkan ilmu pengobatan tradisional kepada orang- orang disekitar dan ilmu itu bersumber dari kitab.

” Kitab Nabawadatala ini adalah aset budaya yang sekarang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda ( WBTB) dari Jawa Barat yang akan dinaikan ke tingkat nasional. Selain itu juga kitab Nabawadatala ini merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Sumedang Larang”, ungkap Umar.

Secara keseluruhan, lanjut dia, legalitas Gus Mus Terapi ini sudah ber izin dari Kementrian Kesehatan ( Kemenkes). Dan komunitas Gus Mus Terapi ini membuat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dibawah naungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

“Untuk anggota Gus Mus Terapi sendiri saat ini sudah mencapai 7.000 orang anggota aktif. Dan kebetulan hari ini sedang ada kegiatan Boot Camp dan Ngawastu (Pelatihan) yang di hadiri oleh 125 peserta termasuk panitia”, terang Umar.

Peserta ini, tambah Umar, khusua diikuti dari wilayah kota dan Kab Bandung saja, namun diluar itu ada juga yang berpartisipasi diantaranya dari Jakarta dan Bekasi.

” Program Boot Camp dan Ngawastu (Pelatihan) ini adalah program yang dikemas menjadi satu untuk membuat para anggota lebih percaya diri lagi untuk bekal dalam menciptakan kesejahteraan bagi kehidupannya”, pungkas Umar