Pewarta : Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi , Sumedang – Mengenal Gunung Kunci yang berada di kota Sumedang, tepatnya di Jalan Pangeran Sugih Sumedang, Jawa Barat. Gunung ini memiliki sejarah yang sangat kental dengan adanya benteng pertahanan atau dikenal juga Bunker. Selain Bunker di dalam gunung tersebut juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai tempat wisata debgan sajian taman dan juga makam keramat.
Nama Gunung Kunci berasal dari sebutan Belanda untuk tempat pertahanan sebagai kunci pertahanan terbesar . Dibangun sekitar tahun 1914 – 1917 oleh seorang Jendral berasal dari Belanda. Di sekitarnya terdapat bersejarah yaitu sebuah Benteng Pertahanan (Bunker).
Selain sejarah didalamnya , Gunung ini diresmikan sebagai Objek Pariwisata pada tanggal 22 April 1977 oleh Drs. Supian Iskandar sebagai Bupati Sumedang saat itu
“Gunung Kunci ini di kelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya ( BPCB) sebagai pengelola situs. Namun sekarang di ubah menjadi Balai Pelestarian dan Kebudayaan ( BPK) yang berkantor pusat di Serang Banten”, ujar Ajat Suprihatna, Juru Pelihara, kepada koransinarpagijuara.com, Jum’at ( 28/7/2023).
Selain itu, ucap Ajat lagi, Gunung Kunci merupakan satu-satunya gunung yang ada di Sumedang yang dipakai untuk pertahanan Belanda dan guha yang didalamnya di pakai untuk memantau kepemerintahan Sumedang pada zaman itu.
” Objek wisata ini sudah di Renovasi kurang lebih 2 (dua) kali”, ucap Ajat.
Untuk berkunjung ke wisata Gunung Kunci , pengunjung membeli tiket dengan harga Rp 3000, – per orang. Dari tiket tersebut pengunjung sudah mendapatkan fasilitas seperti Taman bermain anak – anak, Mushola , Toilet , dan Guha peninggalan zaman Belanda didalamnya.
” Untuk jam Operasional di mulai dari pukul 09. 00 WIB hingga pukul 15.00 WIB”, ucap Ajat lagi.
Sementara itu, tambah dia, ada fakta unik dibalik Gunung Kunci ini bila dilihat dari atas ternyata mirip dengan lubang kunci. Maka tak heran bila tempat ini dinamai dengan Gunung Kunci.
” Para wisatawan banyak yang berkunjung saat liburan atau weekend. Tapi pada hari biasa juga banyak juga”, tutup nya.













