Watimena Hadiri Kegiatan Penyusunan Rencana Kontinjensi Bencana Banjir Bandang

0
170

Pewarta : Roy P

Kota Ambon – Penjabat Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyatakan penanggulangan bencana memerlukan tindakan antisipatif yang terintegrasi, melibatkan pemerintah, LSM, dunia usaha, dan badan/instansi terkait lain termasuk BPBD, Badan Meteorologi dan Geofisika.

Hal itu diungkapkan Bodewin saat membuka kegiatan Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Banjir Bandang, yang diselanggarakan oleh BPBD Kota Ambon, di salah satu hotel, Senin (7/8/2023).

“Model tindakan reaktif setelah terjadi bencana seperti yang selama ini dilakukan tidak lagi memadai. Kita tidak bisa kerja seperti pemadam kebakaran, yang baru bertindak setelah terjadi kebakaran,” katanya.

Menurut Penjabat, antisipasi kemungkinan terjadi bencana penting sekali dilakukan demi keselamatan masyarakat, dan itu sebabnya kegiatan penyusunan rencana kontijensi bencana harus dilakukan, dengan melibatkan pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, pihak swasta, dan pemangku kepentingan (stake holder) lain.

Diungkapkan, kontinjensi adalah suatu keadaan atau situasi yang diperkirakan akan terjadi, tetapi mungkin juga tidak akan terjadi. Rencana Kontinjensi adalah suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada keadaan kontinjensi atau yang belum tentu terjadi tersebut.

“Contohnya, warga masyarakat sebelum membangun rumah harus mengurus IMB. Ini supaya bisa dilihat apakah lokasi yang akan digunakan rawan banjir atau longsor,” kata Bodewin.

“Daerah tebing yang ada rumah di atasnya juga tidak boleh digunduli. Ini untuk mencegah longsor,” tambahnya.

Penjabat juga menyatakan kota Ambon rawan bencana hidrologi (termasuk banjir bandang) akibat curah hujan tinggi. Karena itu, sungai-sungai yang sudah dangkal akibat sedimentasi harus dikeruk untuk mencegah air meluap ke permukiman penduduk bila curah hujan tinggi.

“Itu perlu tindakan dari Balai Wilayah Sungai. Tetapi seperti saya katakan tadi, ini butuh kerjasama semua pihak berkepentingan,” katanya.

“Karena itu, saya berharap kegiatan hari ini bisa menghasilkan dokumen rencana kontijensi bencana yang terintegrasi,” tambahnya.

Kegiatan Penyusunan Rencana Kontijensi Bencana Banjir Bandang di Kota Ambon menghadirkan sejumlah narasumber, baik dari BPBD, Stasiun Meteorologi, dan akademisi termasuk Prof. J. Putuhena dari Universitas Pattimura Ambon.