Penulis : Bambang Aribowo, S.Pd.MM
Ketua FK MGMP PPKn SMA Provinsi Jawa Barat
Forum Komunikasi MGMP PPKn Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka pada tanggal 24 dan 25 Agustus yang berlokasi di Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan peningkatan kompetensi bagi guru guru PPKn seprovinsi Jawa Barat ini dibuka oleh bapak Hadiyan Sugala Yudhayana, M.Pd Koordinator Pengawas Provinsi Jawa Barat yang mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dengan menghadirkan narasumber Dr. Ida Rohayani, M.Pd yang adalah narasumber Pusmenjar Kemdikbud dan Instruktur Sekolah Penggerak.
Dalam sambutannya Bapak Hadiyan Sugala Yudhayana, M.Pd menyampaikan bahwa MGMP sebagai wadah komunitas belajar harus terus bergerak dan merancang program program kegiatan yang dapat merangsang guru guru meningkatkan kompetensinya. Dan, menyampaikan peran penting dari Dinas Pendidikan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kegiatan MGMP.

Workshop yang terdiri dari Implementasi Pembelajaran Terdiferensiasi, Berbagi Praktik Baik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Modul Ajar.
Dalam kegiatan workshop ini dijelaskan oleh narasumber bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun demikian,
1.pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 32 cara yang berbeda untuk mengajar 32 orang murid.
2.Bukan pula berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat bekerja dibandingkan yang lain.
3.Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang.
4.Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. 5.Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.
Kegiatan Workshop juga diisi dengan kegiatan berbagi praktik baik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang disajikan oleh Yeti Meriani, M.Pd (Guru SMAN 12 Depok), Peri Pirdaus, S.Pd (Guru SMA Neger 1 Cibingbin), dan Yeni Tri Mulyaningih, S.Pd (SMAN 1 Cikidang). Kegiatan berbagi praktik baik yang dapat menjadi inspirasi untuk kegiatan P5 yang dilaksanakan sekolah.
Kegiatan workshop ini dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Parakan Salak Didin Jamaludin, M.Pd, Kepala SMAN 1 Cikembar yang adalah Dewan Pembina FK MGMP PPKn Provinsi Jawa Barat. Dewan Pembina menyampaikan bahwa kegiatan MGMP sudah seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari Kepala sekolah.
Guru – guru yang mengikuti kegiatan MGMP seharusnya mendapatkan perhatian dan fasilitas yang dibutuhkan dari Kepala Sekolah. Kepala sekolah mendorong guru guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya melalui MGMP, karena MGMP adalah komunitas belajar yang memberdayakan kompetensi guru melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif.
Dalam kegiatan ini juga ada penyerahan buku karya Prof. Cecep Darmawan, S.IP., S.H., S.Pd., M.Si.,,M.H Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang berjudul Mengasah Keterampilan Soial Politik Dan Bela Negara Generasi Muda. Buku inspiratif yang dapat menggugah generasi muda memiliki kesadaran bela negara.
