Hidup Bukan Untuk Sholat

0
225

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Judul tulisan ini tentu saja sangat menohok dan kalau kita cari di google, memang tidak ada kata itu. Faktanya memang hidup bukan untuk sholat tetapi sholat untuk hidup.

Kehidupan seorang muslim/muslimah membutuhkan sholat. Mengapa? Karena memang sholat adalah untuk hidup. Ibarat hidup bukan untuk makan, tapi makan adalah untuk hidup.

Makanan bukan yang utama dalam kehidupan manusia. Karena ada hal utama lainnya selain makan. Waktu terpanjang dalam kehidupan manusia bukan saat makan, justru saat sesudah makan, sesudah punya energi dari makan yang baik.

Begitu pun dalam hal sholat. Ada hal utama selain sholat. Waktu di luar sholat jauh lebih utama dan panjang, karena implementasi dari sholat kita. Sholat wajib 5 waktu, tapi “sholat diluar sholat” setiap waktu.

Sholat waktunya pendek. Di luar sholat waktunya panjang. Sholat identik kepentingan ritual dan spiritual pribadi. Di luar sholat, pasca sholat, waktunya panjang dan saatnya memberi dampak positif pada sesama dan semesta.

Kita punya banyak waktu di luar sholat untuk menguatkan iman dan menguatkan manfaat pada sesama. Saat selesai sholat bila sholatnya baik, kita punya energi spiritual yang luar biasa untuk berkhidmat pada kehidupan.

Tidak sedikit orang berpikir, berkata, “Hidup hanya untuk menunggu waktu sholat”. Kalimat ini nampak benar, faktanya tidak tepat. Hidup bukan untuk ritual semata, melainkan berbuat, bertindak, berkarya, berprestasi, kolaborasi dan melakukan banyak hal yang baik.

Al Qur’an menjelaskan, “Apabila telah kamu tunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung..” (QS. 62:10).

Sholat itu penting dan strategis. Mengapa penting dan strategis? Karena ada tantangan dan garapan yang jauh lebih penting yakni implementasi kehidupan pasca sholat. Sholat adalah dzikir, reflektif, evaluasi dan ngaji diri.

Hidup bukan untuk sholat, sholat lah untuk hidup. Sholatlah yang baik karena sholat akan memberikan energi positif dalam kehidupan. Kalau hidup untuk sholat maka hidup jadi pasif dan ritualistik.

Bila sholat untuk hidup maka sholat kita akan memberikan dampak dan energi wow dalam menjalani tantangan kehidupan. Sholat sangat dibutuhkan untuk “merefresh” potensi diri agar mampu menaklukan tantangan.

Satu bulan puasa adalah ibadah yang sangat baik, namun 11 bulan pascanya jauh lebih utama. Ibadah haji itu sangat baik, namun mabrurnya pasca ibadah haji lebih utama.

Sholat itu wajib dan sangat baik, namun pasca sholat, berakhlak baik dan kontributif pada kehidupan sesama jauh lebih wajib. Sukses dan diterimanya sholat kita, indikasinya adalah bagaimana akhlak kita pada sesama.