Pewarta : Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Peristiwa keributan yang terjadi di Desa Cimalaka melibatkan dua orang Kepala Dusun ( Kadus) yang “menyerang” Sekretaris Desa ( Sekdes), Yudi Budiawan, saat rapat pembahasan PBB di Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu ( 9/9/2023), berbuntut panjang pasalnya Yudi langsung melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek Cimalaka.
Selain itu Yudi pun bertekad tak akan membuka pintu damai bagi kedua pelaku karena ini menyangkut harga diri dan martabat dirinya karena perlakuan ini sudah keterlaluan apalagi Yudi sudah mengalami dua kali. Sebelumnya salah satu dari dua pelaku itu pernah memperlakukan Yudi dengan cara Yudi hampir dilempar dengan asbak kaca, sekitar 3 bulan yang lalu.
” Saya tetap akan memperkarakan perbuatan ini karena ini sudah keterlaluan dan ini bukan penganiayaan lagi tapi ini sudah pengeroyokan”, tandas Yudi beberapa waktu lalu usai melapor ke Polsek Cimalaka kepada wartawan.
Lanjut dia, saat kejadian saya sedang melakukan anjuran dari Pak Camat dalam upaya meningkatkan target pajak di Desa Cimalaka, maka kedua Kadus yang nota bene menjadi bawahanya itu tak sepantasnya melakukan tindakan arogansi hingga menendang perut saya.
Dikonfirmasi terkait insiden di Desa Cimalaka yang berbuntut pelaporan ke pihak Kepolisian, Camat Kecamatan Cimalaka, Ayuh Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, ( 11/9/2023), menyatakan prihatin atas kejadian itu.
” Saya selaku camat ikut prihatin atas kejadian itu, mudah – mudahan kejadian ini tidak terjadi lagi di desa lain. Semuaya bisa dimusyawarahkan dan dibicarakan secara baik – baik”, ujar Ayuh.
Dan inipun, lanjut nya, bukanya kejadian itu tidak baik, tapi ini mungkin salah persepsi dan komunikasi saja sehingga terjadi kesalahpahaman. Terkait pelaporan yang dilakukan Sekdes iapun berujar, pada prinsipnya saya menghargai atas apa yang dilakukan Sekdes, ” Itu merupakan hak pribadi”, ucap nya.
Diapun mengakui bila memang dia sebelumnya yang menganjurkan untuk peningkatan pajak di Kecamatan Cimalaka tujuanya agar terjadi peningkatan ke target minimal angka 50% dari sekarang yang cuma 40% bahkan malah ada juga yang di bawah itu, 32%.
” Dan Alhamdulilah kini ada peningkatan”, ungkap nya.
Jadi itu terjadi karena miskomunikasi saja dan salah persepsi, lanjut Ayuh, Pak Sekdes punya cara untuk melakukan pelaporan PBB dan pak Kadus pun punya cara untuk melakukan pelaporan PBB juga,
” Ibaratnya kalau kita naik mobil duduk disebelah kanan maupun di sebelah kiri kan sama – sama nyamannya”, ungkap Ayuh
” (Terkait insiden itu), saya akan melakukan pembinaan jangan sampai terulang apalagi di desa lain”, pungkas Ayuh.*****
