TBC Meningkat, Bukti Abainya Pemerintah Terhadap Kesehatan Masyarakat

0
212

Oleh : Yuni Irawati (Ibu Rumah Tangga)

Sejak kurun waktu beberapa tahun lalu, kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Bandung, mengalami kenaikan yang signifikan. Oleh karena, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung bersama dengan Komunitas Penabulu STPI IU Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di salah satu hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, pada 2-3 Oktober 2023.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bandung, Sumiarso menjelaskan, tingginya angka temuan kasus TBC di Kabupaten Bandung yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia mengindikasikan kinerja petugas kesehatan dan para pemangku kebijakan. Disisi lain masyarakat menganggap bahwa TB merupakan penyakit yang tidak membahayakan.

Berbagai upaya dilakukan demi mencegah dan meminimalisir penularan TBC sampai-sampai negara menggandeng ormas, LSM bahkan WHO. Sebenarnya, kasus TBC ini bukanlah yang pertama kali, penyakit TBC sudah terjadi sebelum pandemi covid-19 melanda dunia. Adapun sebab dari meningkatnya penyakit TBC ini diantaranya adalah kondisi lingkungan yang kumuh, sanitasi buruk dan yang paling berpengaruh adalah kondisi ekonomi masyarakat di suatu wilayah yang rendah dan terbatas dalam mengakses fasilitas kesehatan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terkait penyakit menular ini. Maka dari itu, negara harus memiliki peran dalam menjalankan fungsinya sebagai pengurus umat yaitu dengan memenuhi semua kebutuhan rakyatnya.
Namun, karena sistem yang diterapkan saat ini adalah sistem Kapitalisme sekulerisme maka hidup sehat dan sejahtera hanya angan-angan belaka. Faktanya, kemiskinan mendera secara sistemis, lingkungan kumuh, sanitasi buruk, gizi buruk, tidak terpenuhinya kebutuhan dasar, kurangnya kesadaran literasi, pengetahuan, serta edukasi di masyarakat. Oleh karena itu, biang masalah ini adalah kemiskinan yang mesti diselesaikan secara tuntas, barulah masalah penyakit menular semacam TBC dapat dicegah dengan baik

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja juga di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwa, jalannya dan juga rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia dan juga seisinya.” (HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang berarti Islam adalah agama pembawa kasih sayang bagi seluruh makhluk di alam ini. Sebagai agama pembawa kasih sayang, Islam juga menawarkan berbagai solusi bagi persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupan dunia ini. Islam tidak membiarkan manusia di alam dunia ini terbelenggu dalam persoalan yang tidak dapat dipecah belahkan. Hal ini sebagaimana juga firman Allah SWT
“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang penduduk bumi yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga bisa menyisihkan yang buruk dari yang baiknya”. (QS. Ali Imran: 179)

Maka dari itulah, ketika dunia ini dikejutkan dengan merebaknya penyakit tuberculosis atau TB yang disebabkan oleh kuman Mycrobacterium Tuberculosis, umat Islam berkewajiban untuk menanggulanginya agar penyakit ini tidak menyebar lebih luas lagi. Pelayanan kesehatan sepenuhnya diberikan secara gratis kepada rakyat, baik itu untuk yang kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaannya diambil dari kas Baitul Mal, baik itu dari pos harta milik negara ataupun dari harta milik umum. Negara dalam sistem Islam bertanggung jawab sepenuhnya dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyatnya.

Wallahua’alam Bishowab