Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI)
Sejumlah tokoh pernah Saya tuliskan dan dibukukan. Termasuk Presiden RI Joko Widodo, Saya tuliskan dalam sebuah buku khusus, bahkan buku itu sudah Saya berikan pada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purn. Dr. Moeldoko di kantornya.
Layak dan pantas, kembali Saya tuliskan sosok penting. Sosok penting itu adalah Jenderal TNI yang sangat rendah hati. Sosok humble, apresiatif dan mau meluangkan waktu mendengarkan para guru, pengurus PGRI. Dialah Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak.
Masih terkesan dengan gaya dialog dan penerimaan Letjen Maruli Simanjuntak saat menerima perwakilan aktivis PB PGRI, PGRI provinsi dan PGRI kabupaten kota. Tak disangka Beliau adalah sosok yang humanis, akrab dan humoris.
Para pengurus PGRI dibuat betah di ruang Pangkostrad. Mengapa? Tiada lain karena keramahan, dialog santuy, tapi penuh makna dan sharing pengetahuan.
Kerendahan hati Sang Jenderal Maruli Simanjuntak terlihat ketika Ia lebih banyak mendengarkan perwakilan PGRI daripada Ia mendominasi pembicaraan. Saat pertama masuk ruang Pangkostrad, Ia berusaha memberi kesan sebagai sosok biasa, bukan seorang jenderal.
Padahal sebelum masuk ruangan Pangkostrad, kita para utusan PGRI “dihadang” beberapa pos penerima tamu. Bahkan sebelum masuk ruangan Pangkostrad ada sejumlah photo para jenderal. Mulai dari photo Jenderal Soeharto (Presiden RI) sampai Jenderal Dr. Dudung Abdurachman.
Lebih “serem” lagi sebelum kita masuk ruang Pangkostrad, beberapa jenderal keluar dari samping ruang Pangkostrad. Bahkan ada dua harimau walau sudah diawetkan membuat aura ruang jenderal terasa penuh kharisma.
Sekali lagi, kaget dan tak disangka, ketika Pangkostrad saat pertama bersalaman sangat ramah dan menyapa duluan. Ia sangat humble dan menyalami satu per satu para aktivis PGRI. Bahasa tubuh dan senyumnya mengalirkan pesona keramahan.
Lebih akrab lagi, saat Ia mengatakan, “Saya keluarga guru, Bapak Saya adalah guru”. Ia pun berbicara tentang strategisnya peran serta guru dalam kebangsaan kita. Bahkan Panglima Besar TNI, Jenderal Sudirman adalah seorang guru pada awalnya.
Faktanya hari Guru Sedunia dan Hari TNI adalah 5 Oktober, di tanggal dan bulan yang sama. Sungguh keakraban dan penerimaan Sang Jenderal Maruli Simanjuntak memberi kesan sangat merakyat dan memuliakan guru.
Doa para pengurus PGRI dan para guru, semoga Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diberi kesehatan, keberkahan dan sukses melayani bangsa Indonesia dalam jenjang karir yang lebih luas. Jenderal Maruli Simanjuntak adalah Putra Guru, legacy istimewa bagi keluarga guru di Indonesia.
