Pewarta : Zulfadli, MM.
Koran SINAR PAGI, Kota Langsa-Aceh,- Pasalnya Suriyati Harahap mengaku Sudah 2 tahun bantuan beras dari program PKH tidak diperolehnya.
Menurut pengakuan Suriyati harahap dirinya datang langsung bersama keluarganya untuk mencari informasi dan beliau menjumpai salah satu staf dinsos yang membidangi bagian sembako. Dari situ terlontarlah ucapan dari mulut staf dinsos kota langsa bawasanya dirinya bukan urusan dirinya tetapi melainkan urusan kementerian sosial yang ada di Jakarta, himbau Suriyati harahap sambil meniru gaya bahasa staf dinsos kota langsa.
Menurut Suriyati harahap dirinya pernah mendengar ucapan presiden dari situs internet , disitu dijelaskan oleh presiden bapak jokowi ” bantuan PKH adalah bantuan yang bersifat komplemen yang akan berlanjut dan pertiga bulannya dan ada penambahan dalam tiap bulannya, dibanjiri sepanjang tahun terkait, artinya bantuan PKH bersifat terpadu atau bantuan khusus.
sambungnya Suriyati harahap yang disampaikan bapak jokowi, “bantuan PKH pertahun dalam pertiga bulan total 4200 perkomponen manfaat, juga termasuk subsidi listrik, bantuan PKH tambah bantuan Lain seperti beras 4 karung, telur 4 papan,bantuan subsidi listrik geratis yang daya listrik 50% pemotongan gratis dan biasanya pembayaran digeratiskan 50%. ungkap suriyati sambil menceritakan yang dia dengar ucapan pak jokowi di situs internet.
Harapan saya dan keluarga harus ditindak lanjuti soalnya saya sama sekali tidak dapat sembako selama 2 tahun dari 2021 s/d 2022, listrikpun tidak ada pemotongan 50% dari pemerintah dan baru-baru ini saya diancam melalui via telpon 0852 5446 xxxx sama orang yang tidak dikenal pada pukul 21:00 wib pada tanggal 24-desember 2023, dan orang tersebut meminta berita jangan di naikan kalau tidak terbukti itu kami salah, maka kami akan menuntut kalian semua. karena program ini dari pusat kementerian sosial dari jakarta” kata orang tidak dikenal tersebut.
Menurut suriyati harahap, masalah pendataan itu telah didata oleh badan pusat statistik di desa dan diberikan data itu ke data terpadu (DTKS) sementara saya tidak mendapatkan bantuan tersebut dan saya salah satu korbannya. pungkas Suriyati dengan tegas.
