SMP Negeri Satu Atap 1 Limau Terlihat Bobrok, Renovasi ringan dan Penggunaan dana Bos Dipertanyakan

0

Pewarta : Indra Gunawan

Koran SINAR PAGI, Tanggamus,- Sarana dan prasarana adalah hal penting dalam pendidikan sebagai faktor pendukung dalam menjalankan kegiatan pendidikan.Seperti gedung belajar yang nyaman, bersih dan kokoh bisa memberikan rasa ketenangan pada siswa dalam menjalankan proses belajar disekolah, Jum’at (19/1/2024).

Tidak hal nya dengan dengan SMP negeri satu atap satu Kecamatan Limau dari hasil pantauan awak media sekolah yang memiliki 115 murid ini terkesan bobrok dan tidak ada perawatan dari tahun ketahunnya.

Kondisi memprihatinkan itu sudah berlangsung dari tahun yang lalu.
Meskipun sudah berganti kepala sekolah namun masih saja terjadi pembiaran dan tak ada upaya untuk merenovasi sekolah tersebut.

Kondisi plafon yang sudah jebol serta kayu yang sudah lapuk termakan usia ditambah kaca jendela yang pecah membuat publik bertanya penggunaan dana BOS ratusan juta rupiah yang di kucurkan ke sekolah tersebut untuk perawatan ringan sarana dan prasarana di fungsikan kemana.

Kepala sekolah selaku penanggung jawab anggaran dana boss ketika di mintai keterangan tentang penggunaan dana bos penyerapan nya meliputi apa saja menolak dengan alasan tidak bisa transparan kepada media.

“Kami akan transparan jika inspektorat yang memeriksa dan kami tidak akan transparan kepada media media seperti abang-abang ini.Rahasia perusahaan tidak perlu di telanjang bulat kan di depan media umum”, Ucap Dayani Hasbi selaku kepala sekolah.

Belum sempat awak media menyakan kenapa tidak ada renovasi ringan di sekolah tersebut kepala sekolah SMP negeri satu atap satu limau pamit pergi dengan alasan ingin menghadiri undangan Musrenbang di pekon Ketapang.

Penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
dana Bos di SMP Negeri satu atap satu limau sepertinya belum dijalankan, Padahal dijelaskan di UU no 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik bukan malah sebaliknya ditutup tutupi.