KPU Garut Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024: Memitigasi Kendala dan Menjaga Inklusivitas

0

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – KPU Kabupaten Garut melakukan langkah proaktif dengan menggelar simulasi pemungutan, perhitungan, dan rekapitulasi suara untuk Pemilu 2024 pada Sabtu di Perum Pepabri Jati Indah, Desa Jati, Tarogong Kaler, Garut(20/01/2024).

Dian Hasanudin, Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Garut, menjelaskan tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengukur dan memitigasi kemungkinan kendala yang mungkin terjadi pada hari pemungutan suara nanti, yang dijadwalkan pada 14 Februari mendatang.

“Harapannya simulasi ini, kita bisa mengukur kaitan kendala-kendala kondisi yang mungkin terjadi di nanti di tanggal 14 Februari. Jadi sejak dini kita melakukan mitigasi kaitan kondisi yang kemungkinan akan terjadi, khususnya dari aspek waktu yang kita ukur,” ungkap Dian Hasanudin.

Selain itu, simulasi ini juga dirancang untuk mengevaluasi aspek-aspek lain, seperti kondisi para pemilih, aksesibilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan kelompok disabilitas dan orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Simulasi ini dilakukan di TPS 24 di Perumahan Pepabri, Desa Jati. Proses simulasi dilakukan secara real, dengan menggunakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut dan melibatkan calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan dilantik pada tanggal 25.

Meskipun menggunakan surat suara simulasi, keseluruhan proses pemungutan suara, perhitungan, dan rekapitulasi dianggap sebagai simulasi yang nyata.

“Kendala yang kita lihat dan hadapi mungkin tadi misalkan ada pemilih yang lupa membawa kartu identitas, lupa membawa undangan, sehingga KPPS mengarahkan mereka untuk pulang lagi ke rumah masing-masing untuk mengambil kartu identitas atau C6 undangan untuk memilih,” tambahnya.

Pada simulasi ini, KPU juga berfokus pada pengukuran tingkat partisipasi para Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut. Hasil dari simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran baik bagi KPU dan masyarakat mengenai pelaksanaan Pemilu yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan pemilih pada 14 Februari mendatang.

Simulasi ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan dan kelancaran jalannya proses demokrasi di Kabupaten Garut.