Memuliakan Tamu Ala Kamchatka

0
354

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Desa Kamchatka di Rusia sangatlah unik. Di desa ini ada tradisi memuliakan tamu sangat tak wajar. Bahkan kita sebagai orang beragama, menganggap sangat kurang ajar dan syeitanic.

Namun itulah kebudayaan manusia. Selalu ada dinamika dan unikasi yang menohok. Memuliakan tamu itu sangat baik. Semua ajaran agama wajib memuliakan tamu.

Namun apa yang terjadi di Desa Kamcathka. Memuliakan tamu pria dengan menyuguhkan istri dari Si Pemilik rumah. Tamu yang datang bisa “ahaa” bersama istri Sang Pemilik rumah.

Dalam ajaran semua agama ada ungkapan “Berikan yang terbaik pada orang lain, itulah pemberian yang baik”. Di Desa Kamchatka pemberian terbaik itu adalah istrinya pada tamu yang datang menginap.

Sungguh unik dan menggelitik tradisi ini. Pemberian terbaik tentu ada batasnya. Istri kita bukan property yang bisa diberikan pada orang lain atas nama memuliakan tamu.

Banyak pembaca dan yang melihat video Desa Kamchatka ngejoke dengan mengatakan, “Otw ah”. Ada pula yang mengatakan, “Saya akan sering bertamu”.

Sejumlah komentar pun, unik, nakal menggelitik bermunculan. Dunia adalah segala dinamika adat dan kebiasaan berada. Bahkan di Tibet sana, seorang mempelai wanita akan terhormat bila sudah tidur dengan sejumlah pria.

Orang Tibet punya simpulan tidak baik bagi seorang pria untuk menikahi gadis yang masih perawan. Menikahi perempuan yang sudah tidur dengan 20an pria sangatlah baik.

Dunia memang penuh dinamika. Apa yang terjadi di Kamchatka dan Tibet adalah sebuah realitas adat dan kemanusiaan kita. Mengapa agama hadir di dunia? Itulah diantara asbabnya.

Sunggguh gila apa yang terjadi di Tibet Himalaya dan Kamchatka Eskimo. Menolak berhubungn dengan istri pemilik rumah yang ditawarkan bisa diusir, dianggap menghina. Terbalik ya?

Suku Kamchatka, bangga bila saat suami tidak di rumah karena bekerja berburu misalnya ditemani pria lain. Membantu keperluannya dan bisa berhubungan pula semaunya. Menitipkan istri pada pria lain, ahaa berbagi versi Kamchatka.

Agama hadir menertibkan budaya yang tak baik. Walau pun faktanya, manusia masih bisa hidup tanpa agama dan tak bisa hidup tanpa budaya.

Adat dan kebudayaan adalah dasar kehidupan manusia. Agama membawa pesan perbaikan akhlak manusia agar lebih beradab. Adab di atas agama, ilmu dan budaya.