Oleh : Rida Salsabilla (Ibu Rumah Tangga)
Pembinaan usaha pertanian di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilakukan sinergi dengan keagamaan. Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bandung membangun sinergi dengan kalangan keagamaan, khususnya Islam dalam pembangunan pertanian. Cara yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung tersebut merupakan salah satu langkah awal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Peran dewan masjid dilibatkan dalam sinergi pertanian dengan keagamaan di Kabupaten Bandung. Diketahui, kehidupan masyarakat pertanian di Kabupaten Bandung melekat dengan kehidupan agama Islam. Karakteristik ini dioptimalkan, untuk membangun sinergi pembangunan usaha pertanian berbasis keagamaan Islam di Kabupaten Bandung.
Petani dan agama Islam Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dipimpin kepala dinasnya, Ningning Hendasah, melakukan pertemuan dengan perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI), pada Senin, 15 Januari 2024. Yang dibahas adalah intensifikasi pengembangan pertanian lokal. “Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam membangun kemitraan yang kokoh, antara Dewan Masjid Indonesia dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung,” ujar Ningning Hendasah. Kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dengan Dewan Masjid Indonesia, diharapkan tercipta upaya bersama berkelanjutan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Bandung.
Usaha pertanian di Kabupaten Bandung meliputi komoditas tanaman pangan padi dan palawija, serta hortikultura komoditas sayuran dan buah-buahan, serta usaha perkebunan rakyat dengan mayoritas komoditas kopi dan teh. Kabupaten Bandung juga dikenal sebagai penghasil beras kelas premium, misalnya di kawasan Ciwidey. Juga sebagai penghasil sayuran yang bagus seperti dari kawasan Pangalengan dan Kertasari, serta sebagian Ciwidey, Cimenyan, dan Ujungberung. Untuk usaha perkebunan rakyat, diketahui Kabupaten Bandung menghasilan kopi berkualitas bagus, serta perkebunan teh rakyat yang kini kembali menggeliat. Banyak kalangan muda terjun kepada usaha perkebunan dan UMKM kopi dan teh siap minum.
Pada dasarnya kita sebagai muslim. Justru akan mengalami kemunduran jika meninggalkan agama, sebaliknya akan mengalami kebahagiaan dan kesuksesan ketika agama disertakan dalam tiap aktivitas.
Sebagai muslim kita pahami kesejahteraan akan dirasakan ketika penduduk negrinya beriman TQS al araf 96. Tapi sebaliknya kerusakan dan kemiskinan akan melanda ketika jauh dari aturan Alloh.
Usaha dengan ilmu sebaik baiknya dan berdoa menggantungkan harap serta yakin upaya tiada akan menghianati hasil.
Karena sejarah membuktikan bahwa kegemilangan mengisi lembar lembar pencapaian kaum muslim saat kehidupannya diatur oleh aturannya.
Walahu a’lam bi ashawab
