OPINI/Artikel

PPDB Dua Dunia

adminsigiku.com
×

PPDB Dua Dunia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Masih teringat cerita 15 tahun lalu, almarhum seorang pendidik senior di Kota Sukabumi. Ini terkait PPDB dan bagaimana sulitnya mendapatkan anak didik (CPD).

Ia berkisah sampai harus keliling kampung, desa desa bahkan daerah di sisi bukit. Untuk apa? Untuk mencari anak yang ABK agar masa depannya lebih baik, untuk bersekolah di SLB.

Ada lagi kisah unik, terbalik dan menggelitik. Kisah apa? Kisah kepala sekolah sulit menolak “titipan” anak didik karena sekolah sangat diminati semua lapisan masyarakat. Sekolah yang Ia pimpin sangat baik dan favorite.

Kepala sekolah sampai harus sembunyi, menghindar, ganti no HP dan bahkan cari rumah saudara, mengamankan diri. Mengapa? Karena banyak “preman” yang memaksa, mengancam dan intimidatif.

Unik, satu sisi ada sekolah mengalami “derita” kekurangan CPD, satu lagi derita kelebihan peminat yang memaksa dan intimidatif. Ada yang bingung bagaimana mencari CPD, satu lagi bingung kelebihan CPD.

Itulah diantara dinamika PPDB dahoeloe dari tahun ke tahun. Sekarang bagaimana? Semoga sudah tidak demikian. Karena masyarakat dan “tokoh masyarakat” memberi contoh tidak intimidatif dan modusan.

Khusus untuk para kepala sekolah dan GTK di satuan pendidikan SMA/SMK favorite, sabar dan pasti bisa melayani masyarakat lebih baik. SLB jauh lebih sulit, sulit melayani anak anak ABK dan tak mudah mendapatkan CPD.

Belajar dan berguru pada “kesulitan” SLB yang tak mudah mendapatkan anak didik dan melayani anak didik ABK. Senakal nakalnya anak reguler SMA/SMK tak sesulit mengajar dan mendidik anak ABK. Semangat para pendidik pastikan PPDB lebih baik dari tahun ke tahun.