Pewarta: Tim Lipsus
Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Hasil wawancara dengan orang tua siswa/i Ny (55), warga Kutawaringin mengeluh soal proyek Mesjid SMPN 1 Kutawaringin yang terbengkalai. Dibangun bulanĀ Agustus tahun 2023, namun sampai Mei 2024, proyek tersebut tidak kunjung selesai, sehingga anak kami jika mau melaksanakan sholat terpaksa numpang di mesjid warga terdekat. Ditanya pungutan untuk bangun mesjid?untuk biaya kami sudah bayar besarannya variasi, ada yang Rp.100.000, Rp.200.000, Ro250.000 tergantung kemampuan orang tua siswa, itu hasil rapat orang tua kamiĀ mengikuti ketetapan hasil rapat. Ditanya anggaran seluruhnya, NY menjawab sekira Rp1.900.000.000(satu milyar sembilan ratus juta rupiah) dan yang sudah terkumpul pada tahun 2023 rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah) baru dikerjakan pondasinya, menurut penjelasan panitia saat rapat,” tutur NY
27 Mei 2024 Tim Lipsus, berulang kali menyambangi Disdik Kab. Bandung untuk konfirmasi kepada Kasi Sarana SMP, namun yang bersangkutan sulit untuk dijumpai, malah menghindar dari wartawan. Pada kesempatan tersebut salah satu staf Disdik,Ā Cecep, bertanya pada Tim Lipsus,Ā ada apa dengan Kasi sarana? Dijawab Tim Lipsus, Konfirmasi terkait proyek Mesjid SMPN 1 Kutawaringin. Dengan nada tinggi Cecep menjawab, “masalah proyek mesjid Disdik tidak ada kewenangan, silahkan hubungi Kepala Sekolah SMPN 1 Kutawaringin, yang berwenang Komite bukan Kepala sekolah, karena Kepala Sekolah kewenangannya dibawah komite,”jelas Cecep, penuh emosional.
Berulang kali Tim Lipsus Koran SINAR PAGI menyambangi Kepala Sekolah SMPN 1 Kutawaringin, namun yang bersangkutan selalu tidak ada di tempat.
