Dalam Rangka HUT RI ke 79 Kecamatan Banyuresmi Kolaborasi dengan Anggota DPRD Garut Adakan Donor Darah Masal

0
242

Pewarta : Dian Gunawan

Kabupaten Garut — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Kecamatan Banyuresmi menyelenggarakan kegiatan donor darah. Acara yang telah menjadi kegiatan rutin di kecamatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan.

Camat Banyuresmi, H. Hermawan, mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

“Alhamdulillah, kami dapat memadukan kegiatan ini dengan perayaan kemerdekaan. Kami juga berkolaborasi dengan Pak Yudha dari Komisi 4 DPRD Garut, yang sangat peduli terhadap masalah kesehatan dan pendidikan, terutama mengenai ketersediaan stok darah di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Stok darah di Kabupaten Garut selama ini sering mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai titik nol. Situasi ini berdampak serius pada pasien, khususnya mereka yang mengidap talassemia dan membutuhkan transfusi darah rutin. Melalui kegiatan ini, diharapkan stok darah dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan medis di daerah tersebut.

Yudha Puja Turnawan, anggota DPRD Garut dari Partai PDIP, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, saya mendukung penuh kegiatan ini. Ketersediaan darah sangat penting, terutama untuk pasien talassemia yang memerlukan transfusi rutin. Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah,” ujarnya.

Yudha juga menyoroti kehadiran pendonor pemula, termasuk dari kalangan pelajar dan perangkat desa, yang menunjukkan antusiasme tinggi.

“Melihat anak-anak muda dan berbagai stakeholder terlibat, saya sangat bangga. Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga menunjukkan kepedulian kita terhadap sesama,” tambahnya.

Acara ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti alim ulama, pendamping PKH, serta guru dan siswa dari sekolah-sekolah di Kecamatan Banyuresmi. Partisipasi mereka diharapkan tidak hanya sebagai pendonor, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah.

Yudha Puja Turnawan menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian nyata.

“Ini bukan hanya tentang memberikan darah tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi rutinitas yang berkelanjutan,” tutupnya.

Kegiatan donor darah di Banyuresmi diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penyediaan stok darah yang memadai.