Dadang Supriatna – Ali Syakieb Resmi Berpasangan untuk Pilkada 2024

0
203

Oleh : Sri M Awaliyah (Guru SD di Kab. Bandung)

Dadang Supriatna dan Ali Syakieb resmi diusung oleh koalisi Bandung Bedas untuk maju di Pilkada 2024. Hal tersebut turut memastikan sang petahana Dadang Supriatna kembali didampingi oleh sosok artis.

Pengesahan secara resmi tersebut dilampirkan melalui form B1-KWK dari DPP PKB melalui DPW PKB Jawa Barat (Jabar) di kantor DPW PKB Jawa Barat, Rabu (17/7/2024) kemarin. Form tersebut adalah yang digunakan bakal pasangan calon (bapaslon) untuk mendaftar di KPU. Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan, form tersebut merupakan mandat secara langsung dari ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar. Dengan adanya form tersebut keduanya telah resmi berpasangan. Pihaknya meyakini pasangan tersebut bisa melakukan percepatan dan akselerasi kepada masyarakat. Kemudian terus mengembangkan program yang telah digagas pada periode sebelumnya. (detik.com/jabar)

Lagi-lagi pesohor digaet utk menarik perhatian masyarakat guna menyemarakkan panggung politik daerah. Sehingga nampak jelas landasan pencalonannya pun hanya sebatas di kenal khalayak tanpa memperhatikan kredibilitas dalam memimpin dan menjalankan amanat seorang pengayom rakyat. Padahal sejatinya dalam Islam, pemimpin bukan hanya sekedar di kenal khalayak, namun memiliki kredibilitas (Qudwah Hasanah) dalam menjalankan amanat kepemimpinan dan memiliki kemampuan dalam mengurusi urusan rakyatnya semata karena keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Demokrasi tidak seindah yang digambarkan dalam teori. Praktik demokrasi berkali-kali mengangkangi akal sehat, seseorang yang tidak layak menjabat dipoles untuk bisa naik jabatan. Demokrasi kini menjelma menjadi siap merampas hak rakyat.

Sangat berbeda jauh dengan politik Islam yang landasannya aqidah Islam yang kokoh, kepribadian pemimpin Islam terpatri pada aspek pemikiran dan tingkah laku keseharian yang mengurusi umat dengan syariah kaffah. Tujuan politik Ilam bukan hanya sekedar jabatan, tapi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Konteks itu semua akan terwujud dalam bingkai politik Islam. Sistem inilah yang selayaknya menjadi focus perhatian umat. Umat Islam sudah memiliki kekayaan khazanah politik Islam, jadi tidak berpaling ke yang lain. Maka untuk menghentikan politik uang, biaya mahal dan penyakit-penyakit turunan lainnya dalam pemilihan diperlukan sistem yang kaffah sebagai solusi masa depan. Wallahu ‘alam bishawwab