Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Menarik walau hanya kasuistis seorang karyawan RRI curhat. Curhatnya ditujukan pada Prabowo. Ia mengaspirasikan realitas dirinya yang kena PHK. Namun Ia mengaitkan dengan program makan bergiji gratis (MBG) dan efisiensi anggaran.
Ia mengatakan bahwa saat anak anak pagi dapat makan bergiji gratis, bagimana makan siang dan makan malamnya? Karena orangtua kena PHK asbab efisiensi. Ini adalah sebuah aspirasi diantara orangtua yang terimbas efisiensi sesuai Inpres no 1 Tahun 2025.
Beberapa bulan yang lalu saya dan teman diskusi terkait MBG. Diantara hasil diskusi ada sejumlah simpulan. Diantara simpulan itu adalah :
Pertama, apresiasi pada niat baik Prabowo Gibran, terkait MBG. Sebuah keinginan memberikan layanan langsung pada generasi masa depan bangsa Indonesia. Tidak ada lagi anak didik, anak Indonesia kekurangan giji dan susah makan.
Kedua, akan sangat tak mudah memberikan makan pada seluruh anak didik di semua jenjang. Distribusi menyangkut jutaan orang sangat tak mudah. Akankah efektif? Baru percobaan saja sejumlah soalan bermunculan.
Ketiga, yang namanya makanan bukanlah barang, Ia bisa berisiko basi, tercemar atau keracunan. Sangat tak mudah menjaga kualitas kesehatan, kesegaran dan rasa sebuah produk makanan.
Keempat, terkait anggaran yang sangat besar. Nampaknya anggaran MBG akan mengalami masalah di kemudian hari. Mengingat kesanggupan pemerintah yang punya keterbatasan fiscal. Waspada pemerintah “kurang gizi”.
Kelima, kalau pun mau dilanjutkan cukup anak TK atau anak SD pinggiran. Niatnya sangat mulia, tapi harus sadar kekuatan finansial negara dan tak mudahnya rutinitas harian melayani jutaan anak.
Rvaluasi mendalam terkait MBG harus dilakukan. Janji politik Prabowo Gibran memang mulia, tapi sikon tak cukup dengan kemuliaan. Realitas finansial negara dan kompleksitas lainnya tidaklah mudah.
Kalau pun program itu “dibonsai” atau dihentikan, masyarakat akan memahami. Setidaknya cukup untuk semua anak TK/SD pinggiran saja. Atau anak didik dalam kekhususan tertentu, di daerah tertentu.
