Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Sekitar dua minggu lagi umat islam di berbagai negara atau penjuru dunia akan menjumpai momen bulan ramadan 1446 Hijriah. Kehadiran bulan istimewa itu sering dirindukan oleh umat muslim kedatangannya yang hanya selama 1 bulan dari 12 bulan setiap tahunnya.
Ustadz Riyan Aryansyah Balaendah dari Majelis Taklim Syubbanul Uluum Bandung menjelaskan berbagai persiapan mulai dari ilmu, latihan berpuasa atau beramal hingga mencukupi kebutuhan di bulan puasa harus dipersiapkan untuk mendukung suksesnya beramal di bulan ramadan 1446 H atau mencapai target bulan ramadan tahun ini lebih baik dari tahun yang sebelumnya.
“Nabi Muhammad dijelaskan dalam hadist memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai upaya menyambut bulan ramadan dan pada bulan ramadan Rasulullah semakin meningkat kedermawanannya dibandingkan bulan-bulan selainnya” jelasnya kepada para jama’ah pengajian subuh di masjid At Taqwa Komplek Bukit Bunga Kopo Desa Gandasari Katapang (16/2/2025)
Pada ceramah subuhnya, Ustadz Riyan Aryansyah membahas secara khusus tentang penjelasan bahwa Nabi Muhammad memperbanyak puasa di bulan syaban dan ramadan sebagai bulan ampunan.
Dalam hadist sahih tentang bulan Sya’ban, Aisyah RA berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw bersabda: “Man shama Ramadhana iymanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min zanbih (Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya di masa lalu).” (HR. Bukhari).
Menurutnya apa yang dibutuhkan pada bulan ramadan semestinya dipersiapkan pada bulan Sya’ban. Misalnya pakain baru seharusnya dibeli sebelum ramadan, nanti dipakai untuk ibadah di bulan puasanya. Hal itu juga sebagai upaya pada 10 hari terakhir atau puncak bulan ramadan agar tidak fokus berbelanja.
Selain itu, Ustadz Riyan Aryansyah mengingatkan pada momen-momen nanti menjelang berbuka jangan fokus kepada mengumpulkan berbagai makanan untuk Takjil. Tetapi fokus pada mempersiapkan diri untuk berdo’a secara khusus atau khusyuk. Sebab ada kesempatan bagi umat islam atau waktu dikabulkannya do’a.
Publik Baca Meningkat, Pemkab Banyumas Apresiasi Kinerja Publikasi Koran SINAR PAGI
