Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Sejak berdiri sekitar tahun 2018 hingga sekarang tahun 2025, usia bisnis Li Scarf By Irun Maulana mencapai 7 tahun. Produk lokal berupa berbagai macam pakaian, jilbab, peci, gamis, jas, blazer dan busana lainnya. Dengan ciri khas yang cenderung waterproof, ultra soft dan memiliki perpaduan warna serta gambar unggulan.
Busana yang membuat semakin indah dipandang para pemakainya, nyaman digunakan untuk berbagai acara dan menambah tampil lebih percaya diri. Diminati oleh berbagai konsumen dari negara lain atau mampu bersaing di tingkat Internasional. Perjalanan bisnis tersebut menarik untuk dibahas sebagai inspirasi untuk menumbuhkan semangat jiwa wirausaha.
Irun Maulana Desainer Li Scarf menjelaskan sejak pelajar memang sudah suka menggambar atau mendesain pakaian, seperti pakain untuk temen-teman sekelasnya. Setelah dewasa bakat atau keahlian tersebut ditekuni sampai berhasil membuat berbagai macam produk yang diminati atau dibutuhkan oleh para konsumen.
Menurutnya dalam berbisnis sudah semestinya berupaya memproduksi produk dengan kualitas terbaiknya dan memasarkan secara maksimal.
“Kalau untuk mempromosikan produk yang sering dijalani ialah melalui mengikuti berbagai macam festival baik yang ada di dalam hingga luar negeri, endorsement dari publik figur yang populer, serta memaksimalkan memasarkan secara online atau of line” jelasnya saat interaktif bersama jurnalisindependenbersatu.com ketika menceritakan kisah perjalanan bisnisnya (28/2/2025)
Khusus di bulan Ramadan, pakaian dari brand Li Scarf termasuk busana yang sering dipakai oleh berbagai pemain film atau narasumber yang diundang untuk mengisi acara di berbagai Televisi. Sehingga mudah terpromosikan ke berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, sebagai pembisnis yang lahir atau generasi santriwati dari Pesantren An-Nawawi Purworejo Jawa Tengah wilayah Selatan. Berupaya memegang prinsip kehidupan pesantren yang diajarkan atau terlihat langsung dari keteladaan orang tua atau guru-gurunya.
“Sebagai santri itu cenderung tidak bisa berbohong. Karena sudah paham atau menjadi prinsip hidupnya untuk bersikap jujur, sebuah kepribadian yang akan mendatangkan berbagai macam kebaikan. Selain itu patuh kepada orang tua, suami atau guru merupakan pedoman yang diprioritaskan dalam mengambil berbagai macam keputusan. Serta tetap memilih hidup sederhana, tidak boros atau bermewah-mewahan saat berada dipuncak kesuksesannya”ungkapnya
Irun Maulana menceritakan keberkahan dari pengalamannya mematuhi nasihat orang tua dan suaminya. Dulu itu pada masa pendemi sempat ingin mengikuti festival untuk memprosikan produknya di luar negeri. Namun setelah konsultasi ke beliau, hasilnya cenderung tidak dibolehkan. Akhirnya saya komunikasi dengan pihak panitia, apakah boleh produknya saja yang hadir, tapi sayanya tidak ikut?… Ternyata secara khusus dibolehkan. Hasilnya ketika itu produknya booming dan dipublikasikan banyak media, sehingga pengaruhnya penjualannya meningkat.

Saat ditanya perihal berbagai inspirasi dari setiap produk yang didesainnya, Irun Maulana mengatakan bahwa inspirasi itu muncul ketika melihat dunia, keistimewaan negara lain atau karya bersejarah.
“Misalnya 7 keajaiban dunia, tulisan berbahasa arab, sansekerta atau aksara jawa. Semua itu dapat menjadi inspirasi menciptakan karya yang menarik. Dengan terselip unsur edukasi, penuh filosofi berbagai makna yang tidak membuat bosan dilihatnya atau mengkampanyekan hal-hal positif untuk masyarakat”ucapnya pengusaha muda yang aktif menjadi rektor kampus Institut Agama Islam An-Nawawi
Setelah sukses menghasilkan berbagai ribuan motif produk unggulannya atau mengembangkan produk dari merek Li Scarf yang menjadi daya tarik bagi para konsumen kalangan menengah atas. Selanjutnya terpikirkan untuk membuat merek lain yang diberi nama Manisa dan Banina since 2019. Dengan berbagai jenis produk yang berbeda, serta harga lebih terjangkau sesuai target kelas ekonomi calon pelanggan barunya.
Saat ditanya perihal puncak kejayaan bisnisnya, Irun Maulana mengungkapkan sempat pada bulan ramadan tahun-tahun lalu penjualan jilbab unggulannya mencapai jumlahnya ribuan, sedangkan produk lainnya ratusan terjual. Harganya sekitar 200 ribuan untuk jilbabnya, sedangkan gamis dan jas, mulai dari 300 ribu sampai 1 juta.
Produknya berhasil menjadi daya tarik bagi warga ekonomi menegah atas dari berbagai negara lain. Seperti Yordania, Suriah, Rusia, Dubai, Jerman, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Afrika, London dan Australia. Saat ini Store utama penjualannya di Berjan, Jogja dan Malaysia. Serta dari reseller di berbagai tempat.
Irun Maulana mengungkapkan perihal menejmen dalam bisnisnya. Kalau untuk karyawan memprioritaskan para santri untuk dipekerjakan sambil melatih mereka berbisnis. Sedangkan mitra kerja usahanya, khususnya penyedia bahan baku hingga produksi, memilih mereka yang sama-sama komitmen menjaga kualitas. Selain itu untuk memaksimalkan promosinya mengajak kerjasama dengan mereka yang ahli dibidangnya.
Irun Maulana muslimah yang terlihat ramah dan wajahnya dipenuhi aura senyuman, bisa juga merasakan sebuah kemarahan. Hal itu terjadi karena ada yang menyebutkan, kalau para santri tidak mampu membeli produk mahal, lebih memilih produk bajakan/palsu. Padahal saya sendiri santri yang mampu memproduksi dan berhasil menjual produk yang cenderung mahal-mahal. Rasa puncak kemarahan itu muncul, karena jika ada yang merendahkan harga diri atau martabat santri, sama saja menghina saya juga.
Irun Maulana juga mampu bersikap bijaksana, hal itu terlihat saat mengetahui produk-produknya atau karya hasil desainernya banyak yang menjiplaknya beredar luas dan dijual dengan harga yang lebih murah.
Saya tidak mempermaslahkan itu atau menempuh ke jalur hukum. Sebab hal itu ibarat “kita sebagai seorang ibu, lalu mengajarkan berbicara kepada anaknya dan apa yang dikatakan ditiru atau dijiplak oleh sang anak”
Publik Baca Meningkat, Pemkab Banyumas Apresiasi Kinerja Publikasi Koran SINAR PAGI
