“Berpuasa Sebelum Puasa & Berpuasa Setelah Puasa”

0
356

Masyhur dikalangan umat islam tentang nasihat pentingnya muhasabah diri atau introspeksi diri terhadap perbuatan, sifat, dan pikiran yang akan hingga setelah diimplementasikan. Muhasabah diri merupakan bagian dari kebiasaan mulia dalam Islam.

Amirul mukminin Umar Ibn al-Khattab mengingatkan umat islam,

 حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا

Hitunglah (amal) diri kalian semua sebelum kalian semua dihisab.

Tema tulisan “Berpuasa Sebelum Puasa & Berpuasa Setelah Puasa” merupakan sebuah konsep yang dapat mendukung untuk mempraktekan muhasabah diri.

Berpuasa sebelum puasa, dapat artikan melaksanakan puasa sebelum puncaknya puasa. Misalnya melaksanakan puasa sunah sebelum puasa wajib. Menahan kantuk, ketika menjelang makan sahur. Karena masih ada orang yang lebih memilih tidak sahur, karena cenderung menikmati tidur di waktu itu. Serta membiasakan amal sholeh yang biasa dilaksanakan di bulan Ramadan dengan merutinkan terlebih dahulu sebelum Ramadan datang.

Sedangkan berpuasa setelah puasa ialah berupaya meneruskan apa yang telah berhasil diraih ketika berpuasa, setelah waktu berbuka puasa.

Seperti ketika orang berpuasa, Dia akan berupaya menjaga lidahnya, tangannya, pikirannya, matanya dan anggota tubuh lainnya agar tidak melanggar apa yang dilarang. Sudah semestinya, ketika sudah berbuka puasa hal itu juga dapat dijalankan setelahnya atau bahkan nanti setelah Ramadan berlalu.

Penulis: Dwi Arifin (Jurnalis Media Cetak dan Online )

Muballighoh & Jurnalis Ajak Semakin Produktif di Ramadan, Karena Shaum Menjadikan Berlipat Kebaikan & Pahala