Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Pesisir Barat,- Kelangkaan tabung gas LPG 3 KG di Kabupaten Pesisir Barat Lampung menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, bagai mana tidak”, adanya kelangkaan di maksud nampaknya sudah menjadi kebiasaan buruk dan cukup meresahkan masyarakat setempat, khususnya diwilah kecamatan lemong yang selain terus terulang pada saat momen lebaran tiba juga terkesan nyaris tanpa adanya koreksi oleh pemkab setempat.
Seperti diketahui, semenjak peralihan (konversi) mitan ke gas LPG 3 kg kebutuhan masyarakat sebagai pengguna sangat tinggi, artinya, sudah menjadi suatu keharusan bak bahan pokok / dasar yang tidak bisa ditawar dan di pisahkan dari kehidupan mereka sehari – hari.
Namun, mengapa kelangkaan tersebut selalu saja terjadi dan seakan luput dari perhatian Pemerintah Daerah Pesisir Barat selaku pemangku kebijakan. Ada apa, apakah memang adanya indikasi yang melanggar hukum, seperti modus penimbunan yang dilakukan oleh okunum / agen nakal demi meraup pundi – pundi rupiah. dimana pran serta dinas terkait yang seolah – olah abai dan terus melakukan pembiaran. Bukankah seharusnya pemerintah daerah dan dinas terkait dapat menditeks adanya kelangkaan serupa sejak dini sekaligus supaya jadi ” ATENSI ” guna mengantisipasi barbagai kemungkinan yang dapat memperburuk keadaan yang lagi – lagi terus terjadi dan amat sangat meresahkan masyarakat setempat.
