OPINI/Artikel

Tangis Pilu Anak Palestina, Butuh Solusi Hakiki

adminsigiku.com
×

Tangis Pilu Anak Palestina, Butuh Solusi Hakiki

Sebarkan artikel ini

Oleh: Sumiati

Disaat anak-anak kita disini sedang merayakan kemenangan dengan penuh suka cita, namun di Gaza Palestina mereka dirundung pilu. Zionis Israel kembali menggempur penduduk Palestina tak terkecuali anak- anak. Sebagaimana dilansir dari erakini.id (Sabtu, 5/4/2025), dimana Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan, bahwa ada sedikitnya 100 anak di Gaza terbunuh atau terluka setiap harinya sejak serangan dimulai kembali pada tanggal 18 Maret, bahkan serangan tersebut didukung oleh Amerika.

Tentang korban jiwa anak-anak yang diakibatkan serangan dari Israel diperingati oleh badan-badan Palestina dan PBB dengan kisah-kisah yang”mengerikan”. Menurut Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Israel adalah noda kemanusiaan kita bersama. Di X pada hari Sabtu (5/4/2025), dikutip dari Arab News.

UNiCEF, sebagai lembaga perlindungan anak dunia mengatakan, sejak Israel memperbarui serangannya terhadap Palestina,sedikitnya 322 anak tewas, hal ini telah menghancurkan gencatan senjata yang diberlakukan sejak 19 Januari 2025 lalu. Israel menjadikan anak-anak sebagai tameng manusia dalam pendudukannya. Tidak sedikit anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel dalam kondisi yang keras.

Lalu, dimana kaum muslimin terutama para penguasanya disaat anak-anak Palestina teraniaya? Kaum muslim yang notabene memiliki kekuatan militernya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa mengecam saja dan menyerukan penghentian. Gencatan senjata yang selalu digadang-gadang bisa menjadi solusi bagi rakyat Palestina buktinya diingkari oleh zionis Israel. Begitu pun solusi dua negara, tidak akan menyelesaikan masalah ini karena sejatinya penjajah selalu ingin menguasai seluruh wilayah. Lantas, masihkah kita berharap pada solusi-solusi tersebut? Jawabannya tentu tidak, karena solusi-solusi itu tidak akan mengantarkan pada penyelesaian.

Yang menjadi permasalahannya adalah sistem yang diterapkan yaitu sistem kapitalisme sekuler. Sistem kapitalisme ini jelas telah mengkhianati nasib manusia termasuk anak-anak. Mereka terikat dengan paham nasionalisme yang lahir dari sistem ini yang mengakibatkan sikap tidak peduli dengan sesama muslim karena berbeda negara. Padahal sebagai sesama kaum muslim kita adalah bersaudara ibarat satu tubuh. Apalagi kalau kita melihat sejarah, Palestina merupakan tanah milik kaum muslim pada masa kekuasaan Islam yang dibebaskan oleh Khalifah Umar bin al Khattab. Namun semenjak kekhilafan runtuh pada 1924 entitas Yahudi merampasnya secara ilegal dari kaum muslim. Sejak saat itu mereka menduduki tanah Palestina dan mengusir penduduk Palestina.

Maka dari itu, solusi untuk membebaskan Palestina dari segala bentuk kezaliman, penderitaan yang dilakukan oleh Yahudi Israel adalah dengan mengusir mereka dari bumi Palestina. Caranya yaitu dengan jihad, dengan mengirimkan militer untuk membalas serangan musuh karena itu diperintahkan oleh syariat. Maka harus ada kesadaran dari para pemimpin negeri-negeri muslim untuk mengirimkan militer mereka untuk membantu Palestina dalam melawan zionis laknatullah. Karena tanpa ada kesadaran dari mereka untuk mengirimkan bantuan militer kepada Palestina maka sulit bagi Palestina untuk terlepas dari penderitaan. Wallahu’alam bishshawab