Dr. Ira Adriati, M. Sn: “Emosi Yang Menghasilkan Karya Seni Menumbuhkan Kesehatan Jiwa”

0
409

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Bipolar disorder, dalam bahasa Indonesia sering disebut gangguan gangguan jiwa yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Dari fase mania (atau hipomania) yang sangat bahagia dan bersemangat ke fase depresi yang sangat sedih dan putus asa.

Kelompok Keilmuan Estetika dan Ilmu-Ilmu Seni FRSD ITB, Ruang Empati Jiwa, Dinas Kesehatan Jabar dan Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat menyelenggarakan peluncuran kegiatan “Bipolar Awarness Week With Art As Therapy dan Pembukaan Pameran Art as Therapy: Seni Memiliki Kekuatan untuk Menyembuhkan dan Menghibur”. Acara berlangsung pada hari jum’at 2 mei 2025, bertempat di Galeri Soemardja FSRD ITB, Jalan Ganesha No.10 Kota Bandung.

Pada kesempatan tersebut, narasumber yang hadir, Dr. Ira Adriati, M. Sn, Staff Pengajar Prodi Seni Rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Bandung menyampaikan melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut. Diharapkan semua orang semakin sadar tentang pentingnya kesehatan mental, serta menyadari adanya fungsi media seni untuk kesehatan mental atau kreatifitas dirinya.

“Karya seni yang dihasilkan, misalnya berupaya kerajian tangan dapat menghasilkan tambahan nilai ekonomi dan kesehatan diri. Karena ada proses untuk meningkatkan kualitas hidup atau penyembuhan gangguan mental” jelasnya saat interaktif bersama Radio Republik Indonesia.

Menurutnya melalui media seni, berupa melukis dan membuat kerajinan tangan akan membuat jiwa lebih sehat, mengekplorasi potensi dalam diri melalui menjemen emosi atau menyalurkan ke hal positif yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Serta dapat menurunkan depresi atau kondisi tingkatan stres yang sedang dialaminya.

Media Cetak Diprediksi Lebih Menyehatkan Akal Pikiran Dibandingkan Media Sosial