KDM dan KSM, Demi Anak

0
374

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Pekan ini masih tetap hangat tema anak didik masuk barak tentara. Terkait anak Indonesia, tidak lengkap kalau tidak tersambung dengan apa pendapat Kak Seto Mulyadi (KSM)

Luar biasa KSM dengan KDM, kolaborasi demi pertumbuhan dan anak didik Indonesia, khususnya di Jawa Barat. KSM sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KDM dalam “melindungi” masa depan anak didik.

Ada istilah AQ (adversity Quotien), RQ (Resilience quotient). Dua istilah ini terkait ketangguhan, ketahan malangan seseorang, kemampuan seseorang untuk mengatasi dan bangkit kembali dari kesulitan atau trauma.

Anak berkebutuhan khusus sama sama harus punya mental tahan malang, tahan banting, untuk hidup di masa depan. Penguatan karakter/mental petarung dan disiplinitas di barak tentara, mengapa tidak. Ini pengalaman edukasi yang baik.

KDM sangat memahami bahwa sebenarnya tidak ada anak yang salah. Siapa yang salah? Orang dewasa tentunya. Siapa orang dewasa itu. Tiada lain adalah orangtua di rumah, guru di sekolah dan pemerintah di daerah. Bagaikan Tri Pusat tanggung jawab pendidikan.

Ketika orangtua dan guru sudah “menyerah” tak mampu mengendalikan anak didik berkebutuhan khusus, maka pemerintah (pusat/daerah) yang harus tanggung jawab. Tri Pusat Tanggung Jawab Pendidikan.

KDM dan KSM sangat menyadari bahwa anak didik berkebutuhan khusus perlu layanan khusus. Bukan militerisasi atau ekspansi militer pada anak, melainkan karakterisasi dan disiplinisasi pada anak berkebutuhan khusus, tempatnya memang di barak tentara.

Kolaborasi semua pihak mulai dari psikolog, pakar anak, dokter, guru, pengawas, Dinsos, TNI dan media menjadi bagian dari upaya bersama demi kebaikan anak didik berkebutuhan khusus. KDM dan KSM sedang berupaya dan mengawal anak anak berkebutuhan khusus.

Semua entitas bagi KDM malah mengapa tidak untuk “barakisasi”. Orang dewasa yang “berkebutuhan khusus” layak dibarakisasi. Pemerintah ambil peran demi kebaikan masa depan masyarakat, masyarakat masa depan.