Penulis: Dwi Arifin ( Duta Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat)
Manusia yang memiliki akal sangat ketergantungan kepada ilmu sebagai landasan perbuatannya. Setiap langkah dan ucapannya cenderung digerakan oleh ilmu. Namun ada juga yang digerakan oleh pengaruh orang lain, pengalaman, hawa nafsunya atau bahkan media sosialnya. Sumber perbuatan manusia itu dapat disimpulkan ada 5:
Pertama, mereka yang sumber perbuatannya dilandasi atau berdasarkan kitab suci / wahyu illahi.
Kedua, mereka yang sumber perbuatannya dipengaruhi oleh orang lain yang ada di sekitarnya.
Ketiga, mereka yang sumber perbuatannya mengacu kepada pengalaman pribadinya.
Keempat, mereka yang mengikuti hawa nafsunya.
Kelima, mereka yang cara pandangnya terpengaruhi oleh media sosial.
Bagi mereka yang sumber perbuatannya mematuhi kepada Kitab suci / wahyu illahi. Mereka cenderung akan merasakan sakinah fii qalbiyah atau jiwanya terarah. Sedangkan mereka yang dipengaruhi oleh orang lain dalam setiap langkahnya. Ada kemungkinan merasakan puncak kekecewaan, jika hasilnya tidak sesuai harapan atau mengalami kondisi kesedihan yang mendalam, apabila orang itu meninggalkannya.
Selanjutnya mereka yang setiap langkahnya mengacu kepada pengalaman pribadinya, cenderung hanya memperoleh apa yang terukur oleh dirinya. Sedangkan orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya, mereka akan terlihat mudah marah, berprasangka buruk, egois dan tidak menghormati orang lain yang tidak sejalan dengannya.
Serta yang terakhir, mereka yang cara pandangnya dominan terpengaruhi oleh media sosial. Mereka cenderung tidak percaya diri, berubah-ubah cara berpikirnya/tidak teguh & menurunnya kualitas dunia nyatanya, karena tersibukan oleh dunia maya.
Publik Baca Meningkat, Pemkab Banyumas Apresiasi Kinerja Publikasi Koran SINAR PAGI
