Penulis: Dwi Arifin (Jurnalis Media Cetak dan Online)
Stabilitas diri dalam menjalankan aktifitas itu penting. Sebab melalui hal tersebut akan mampu membuat optimal dalam berbagai sesuatu yang dilaksanakannya. Setidaknya ada tiga upaya untuk membangun stabilitas diri.
- Hati yang terisi
Hati yang terisi oleh dzikir membuat kondisinya stabil atau tidak terpengaruhi oleh bisikan saitan.
- Akal yang terkoneksi
Akal yang terkoneksi dapat diartikan kefokusan kepada apa yang akan dan sedang dilakukan.
- Jasmani yang stabil
Jasmani yang stabil cenderung berhubungan dengan kondisi perut yang tidak terlalu kekenyangan atau kelaparan, serta asupan makanan yang lebih bergizi, bukan yang enak tapi tidak sehat.
Melalui tiga upaya tersebut, kondisi diri akan mampu berfungsi dengan maksimal. Sebab kualitas diri yang melemah, biasanya karena ada satu dari ketiganya yang kondisinya tidak baik/stabil.
Publik Baca Meningkat, Pemkab Banyumas Apresiasi Kinerja Publikasi Koran SINAR PAGI
