Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Menjelang pelaksanaan tahun ajaran baru 2025/2026 di satuan pendidikan. Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat mengarahkan satuan pendidikan agar mengoptimalkan layanan pendidikannya.
Komalasari M.Pd, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyampaikan berdasarkan kalender pendidikan di tahun 2025 pada bulan juni-juli satuan pendidikan mulai membuka penerimaan murid baru. Pada proses tersebut, BBPMP Jabar mengarahkan agar satuan pendidikan di Jawa Barat dapat melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru / SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi. Serta menekankan prinsip inklusivitas untuk memastikan semua anak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sebagaimana pelaksanaan SPMB bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua calon murid untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan memastikan pemerataan pendidikan di setiap daerah.
“Setelah SPMB selesai, selanjutnya pihak sekolah memastikan siswa baru di update datanya di dapodik (data pokok pendidikan), data yang tercatat di dapodik sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, sehingga validitas data terjaga. Sebagai dasar untuk berbagai program pendidikan” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di Hotel Harris Bandung, Jl. Peta No. 241 kota Bandung (25/6/2025)
Menurutnya setelah siswa diterima, para siswa harus melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) agar siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah, aturan sekolah, budaya sekolah dan warga sekolah (Kepala Sekolah, Guru, staf dan yang lainnya)
“Setelah itu, menyiapkan kurikulum oprasional satuan pendidikan. Sekolah perlu menyusun kurikulum yang jelas dan terstruktur, disesuaikan dengan standar pendidikan dengan karakteristik, konteks dan kebutuhan satuan pendidikan”ucapnya
Kemudian memastikan guru-guru menyiapkan perencanaan pembelajaran. Guru-guru perlu merencanakan materi pembelajaran, pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman yang mendalam dan bermakna (Pembelajaran mendalam: berkesadaran, bermakna dan menggembirakan). Serta metode pembelajaran yang sesuai dengan karaktertistik siswa guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.
“Dan hal penting lainnya ialah berkomunikasi dengan orang tua. Sekolah perlu mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk menyampaikan informasi dan kerjasama antara guru bersama orang tua untuk mendukung keberhasilan siswanya”ungkapnya
