KDM Orang Kampung Yang Genius

0
366

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Bila ada orang pintar, genius dan luar biasa, lahir dari keluarga terpandang. Bila ada orang yang bapak atau kakeknya orang besar, kemudian Ia menjadi pribadi genius, terampil, berkarakter dan terdidik, tidak aneh.

Namun bila ada sosok yang waktu kecilnya sering puasa Senin Kamis karena miskin. Waktu kecil sering ke hutan cari kayu bakar, jualan es, ngojek dan cari nafkah sendiri, tapi genius. Itulah unik dan istimewa.

Diantara sosok istimewa itu adalah Kang Dedi Mulyadi (KDM). Seorang guru dan pengawas sekolah SLTA mengatakan, “Bagi saya KDM adalah sosok yang genius”. Ini suara sebagian orang yang melihat KDM istimewa.

Hal istimewa saat ini adalah pemikirannya tentang SPMB. Ia mengatakan bahwa negara memerintahkan semua anak usia sekolah harus bersekolah. Negara meminta masyarakat agar semua anaknya bersekolah.

Negara memerintahkan dan meminta semua anak usia sekolah bersekolah. Menjadi lucu bila negara atau pemerintah memerintahkan bersekolah tapi ketika daftar bersekolah ditolak. Ditolak artinya sekolah negeri yang merupakan representasi pemerintah menolak dalam sistem SPMB.

Sekolah negeri adalah wujud pemerintah terdekat di masyarakat. Masyarakat terdekat adalah pemilik kedaulatan rakyat. Anak calon murid dan orangtua adalah rakyat pemilik kedaulatan di negeri ini. Sekolah negeri itu adalah milik rakyat.

KDM sangat genius memahami ini. Ia berkesimpulan sebenarnya sekolah negeri tak boleh menolak calon murid dalam SPMB. Mengapa? Karena pemerintah memerintahkan semua anak sekolah. Pemerintah menyedikakan sekolah gratis, maka diminta semua anak usia sekolah bersekolah.

Dalam tulisan sebelumnya saya katakan “KDM Tak Punya Hati”. Mengapa tak punya hati? Karena hatinya ada di rakyat. Ketika rakyat “menjerit” ingin menyekolahkan anak dengan gratis dan di negeri, KDM sangat tahu itu.

Sekolah negeri bukan sekolah bisnis yang berorientasi pragmatik. Melainkan sekolah yang bertugas membuka diri menerima semua anak didik yang mau bersekolah, orientasinya adalah melayani hak belajar anak didik. Plus masa depan SDM bangsa.

Kecuali anak didik dari ekonomi sangat sejahtera bisa bersekolah di sekolah swasta yang berbayar dan fasilitas lebih baik. Begitu banyak sekolah swasta terbaik yang sangat penuh peminat dan memberi jaminan masa depan lebih baik.

Sekolah swasta terbaik akan sangat diminati masyarakat dan berusaha tidak di sekolah gratis (negeri) yang dianggap layanannya SPM. Bahkan orangtua yang sangat kaya, menyekolahkan anaknya di luar negeri atau di SILN.

Mengapa banyak masyarakat yang negeri minded? Diantaranya karena masalah ekonomi dan tersambung dengan perintah negara. Perintah negara semua anak usia sekolah harus bersekolah dan negara itu representasinya adalah sekolah negeri.

Semua sekolah negeri mulai dari TKN, SDN, SMPN, SMAN, MAN, SMKN, SLBN adalah pemerintah itu sendiri. Semua sekolah negeri adalah manifestasi dari “tubuh” pemerintah yang memerintahkan semua anak usia sekolah bersekolah.

Bagi KDM memang menjadi haknya semua anak didik calon murid diterima di sekolah negeri. Karena memang negara memerintahkan bersekolah. Wala tentu saja pemerintah tidak memaksa semua anak bersekolah di sekolah negeri. Hanya memaksa bersekolah saja, wajib.

Pemerintah hanya memaksa, mewajibkan semua anak usia sekolah bersekolah. Mengapa pemerintah tidak memaksa bersekolah di sekolah negeri? Karena hak masyarakat bila ingin anaknya bersekolah di sekolah swasta yang lebih baik dan sesuai selera.