Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
Ketua Umum AKSI (Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)
Dalam kacamata sebagian besar entitas guru, karir tertinggi dan prestasi terbaik seorang guru adalah menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Sangat tak mudah terutama untuk menjadi kepala sekolah.
Mengapa tak mudah ? Karena seleksi yang ketat dan membutuhkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan yang mumpuni. Tentu ada yang lebih tak mudah lagi setelah menjadi kepala sekolah.
Apa yang tak mudah itu ? Tiada lain adalah mempertahankan martabat dan profesionalitas, sejatinya sebagai seorang kepala sekolah. Diantara upaya menjaga martabat dan keselamatan profesi jabatan kepala sekolah adalah sebagai berikut:
Pertama, pastikan pengelolaan dan kepemimpinan di satuan pendidikan normal dan sehat. Terutama terkait akuntabilitas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Ungkapan “Bila Bersih, Mengapa Harus Risih ?” adalah modal mental dan modal martabat.
Kedua, prestasi anak didik dan GTK. Pastikan semua anak didik dan GTK di sekolah terus “growth”, bertumbuh dan berkembang lebih baik dan membaik. Terutama penguatan karakter kolektif anak didik dan GTKnya.
Ketiga, pastikan semua kepala sekolah tidak “melanggar” UURI No 14 tahun 2005. Undang undang memerintahkan guru/kepala sekolah menjadi anggota dan aktif di organisasi profesi. Pastikan semua kepala sekolah “terdaftar” di organisasi profesi kepala sekolah (AKSI).
Keempat, pastikan semua kepala sekolah menjadi mitra terbaik pemerintah (pusat dan daerah) melalui organisasi profesi (AKSI). Kepala sekolah adalah “wajah pemerintah” yang ada dihadapan masyarakat dalam layanan pendidikan.
Kelima, pastikan semua kepala sekolah kolaboratif dengan berbagai pihak potensial untuk kemajuan sekolahan. Spirit “Deep Learning” dan “Growth Mindset” dalam vibrasi pikiran dan perasaan kepala sekolah wajib memfrekuensi kuat di lokus sekolahan.
Pepatah bijak mengatakan “Orang hebat bila sendirian akan binasa, orang biasa bila bersama sama dalam sebuah organisasi akan luar biasa”. Mari kita saling melengkapi, menguatkan dan mendukung dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.
Bersama AKSI, upaya menjaga martabat entitas kepala sekolah diperjuangkan. Semua kepala sekolah, negeri swasta, dalam dan luar negeri (SILN), semua jenjang mulai TK sampai dengan pendidikan menengah adalah keluarga besar AKSI.
AKSI punya jargon Beraksi, Berkolaborasi, Berprestasi. Semua demi martabat dan akuntabilitas jabatan kepala sekolah, yang akhirnya bermuara pada suksesnya tujuan pendidikan nasional.











