SCG Dorong Kolaborasi PPPP Untuk Capai Net Zero 2060

0
347

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – SCG menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung percepatan dekarbonisasi nasional melalui gelaran ESG Symposium 2025 Indonesia dengan mengusung tema “Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow”.

Forum ini menjadi wadah kolaborasi strategis bagi pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas dalam mendorong pertumbuhan hijau serta penguatan ekonomi sirkular.

SCG menilai, ketahanan lingkungan merupakan fondasi penting bagi pencapaian Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Emission 2060, sekaligus sebagai pertahanan bangsa menghadapi risiko krisis di masa mendatang.

“Melalui simposium ini, perusahaan mendorong langkah konkret untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan demi percepatan transformasi berkelanjutan,” ucap President & CEO SCG, Thammasak Sethaudom.

Ia menegaskan, bahwa perjalanan menuju Net Zero 2060 tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tapi dibutuhkan juga kolaborasi, inovasi, dan inklusi.

“Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kita harus bertindak, tetapi seberapa cepat dan seberapa kolaboratif kita bisa bergerak tanpa meninggalkan siapapun,” ujarnya dalam keterangan persnya.

Sebagai wujud komitmen, kata Thammasak, SCG memfasilitasi sesi Joint Declaration Circular Future Collaboration and Commitment Declaration for Greener Tomorrow, yang merepresentasikan model Public, Private, People Partnership (PPPP).

Deklarasi tersebut melibatkan PT Semen Jawa, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan sejumlah mitra industri, diantaranya, PT Pratama Abadi Industri, PT Glostar Indonesia, PT Pou Yuen Indonesia, PT Feng Tay Indonesia Enterprises, PT Panasonic Gobel Life Solutions Manufacturing Indonesia, dan PT Tirta Fresindo Jaya serta komunitas pemberdayaan SCG Warrior Mentari.

“Deklarasi ini memperkuat kolaborasi dalam pengembangan solusi keberlanjutan, termasuk kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, penguatan ekonomi sirkular, serta percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon. SCG bertekad memperluas dampak kolaborasi demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif,” ujar Thammasak.

Sementara Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, menekankan pentingnya model PPPP sebagai motor percepatan keberlanjutan. Ia menyebutkan, penandatanganan deklarasi tersebut membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan dampak luas, terutama dalam penanganan limbah dan dekarbonisasi industri.

“Seluruh kegiatan SCG berlandaskan prinsip Inclusive Green Growth yang memadukan kepentingan bisnis, sosial, dan lingkungan,” katanya.

Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Muhammad Taufiq, menegaskan komitmen pemerintah mencapai Net Zero Emission pada pertengahan abad ini. Ia mengingatkan bahwa komitmen tersebut tidak akan berarti tanpa transformasi nyata di sektor industri.

“Yang kita butuhkan adalah eksekusi, bukan hanya janji di atas kertas,” tegasnya.

Melalui ESG Symposium 2025, SCG berharap forum ini menjadi momentum percepatan aksi lintas sektor yang cepat, terukur, dan terintegrasi demi masa depan Indonesia yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.