Hujan Deras Mengguyur, Kota Cimahi Dikepung Banjir

0
342

Pewarta : Wahyu

Kota Cimahi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Cimahi sejak Minggu sore (28/12/2025) menyebabkan banjir, akibat luapan air sungai di sejumlah titik, antara lain, Jalan Usman Dhomiri (RW 03 dan RW 19), Kelurahan Padasuka), Jalan Mahar Martanegara, Kampung Pojok Selatan, Kelurahan Setiamanah, Kawasan Cimindi, Cimahi Selatan, dan sekitar Pasar Tradisional Cimindi.

Menurut Asep Jefry (43), salah seorang warga setempat, banjir ini bukan hal baru, hampir setiap memasuki musim penghujan selalu terjadi banjir yang diduga akibat rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS).

Asep menegaskan bahwa penyebab utama banjir di wilayahnya bukan semata-mata karena sumbatan sampah, melainkan ketidakseimbangan antara volume air dari hulu dengan kapasitas sungai yang kian menyempit.

“Sungai sudah tidak mampu mengalirkan air secara maksimal. Ada ketidakseimbangan antara volume air dari hulu dengan media alirnya,” ujar Asep saat ditemui di lokasi.

Asep juga menyoroti banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas badan sungai, terutama di area belakang Pasar Cimindi. Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut memakan lebih dari separuh lebar sungai, sehingga terjadi penyempitan yang sangat signifikan.

“Penyebab yang paling signifikan itu penyempitan sungai akibat bangunan liar. Di belakang Pasar Cimindi itu belum tersentuh (penertiban), padahal penyempitannya parah, sampai memakan badan sungai,” tegasnya.

Kekesalan warga kian memuncak karena titik ini seringkali viral di media sosial seperti Instagram dan TikTok setiap kali banjir melanda, namun solusi konkret belum kunjung terlihat.

Warga kini mendesak pemerintah setempat untuk segera melakukan langkah nyata, mulai dari normalisasi sungai hingga penertiban bangunan di sepanjang DAS.

“Sudah puluhan tahun seperti ini. Kami sudah ‘kaluman’ (bosan dan kesal). Kami minta pemerintah gerak cepat memulihkan fungsi sungai ke asalnya,” pungkas Asep.