Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Gratis Era Alex Noerdin Jadi Inspirasi Program Nasional

0
279

Pewarta : Heri Kusnadi

Palembang— Program sekolah gratis dan pengobatan gratis yang digagas pada masa kepemimpinan almarhum Alex Noerdin dinilai menjadi salah satu kebijakan monumental di Provinsi Sumatera Selatan. Kebijakan tersebut dijalankan saat ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode, yakni 2008 hingga 2018.

Di kalangan masyarakat, almarhum kerap dikenang sebagai pelopor program sekolah gratis dan pengobatan gratis di Sumatera Selatan. Program tersebut membuka akses pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut turut menginspirasi lahirnya berbagai program nasional di bidang pendidikan dan kesehatan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada periode tersebut, pemerintah pusat meluncurkan berbagai kartu bantuan sosial seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mendukung akses pendidikan, serta program jaminan kesehatan nasional bagi masyarakat.

Salah satu kisah yang mencerminkan dampak program sekolah gratis itu datang dari seorang perempuan bernama Gandi Islamiyani binti Luthfih. Ia mengenang momen ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dan sempat digandeng langsung oleh Alex Noerdin dalam sebuah kegiatan pendidikan.

“Dulu saya hanyalah anak SD biasa yang merasa sangat bangga bisa digandeng oleh seorang pemimpin besar. Foto itu bukan sekadar gambar, tetapi menjadi saksi sejarah bagaimana program beliau mengubah hidup saya,” ujarnya.

Berawal dari program sekolah gratis tersebut, Gandi berhasil melanjutkan pendidikan hingga akhirnya mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru. Ia mengaku kebijakan pendidikan gratis yang dijalankan saat itu telah membuka jalan bagi masa depannya.

Menurutnya, dedikasi Alex Noerdin dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesehatan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melanjutkan pengabdian, khususnya di dunia pendidikan.

Program sekolah dan pengobatan gratis yang dijalankan pada masa itu tidak hanya menjadi catatan kebijakan daerah, tetapi juga meninggalkan jejak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Bagi sebagian warga, kebijakan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup.