Pewarta : Anis
Kota Depok – Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan menghadirkan buku Perempuan dalam Sistem Politik Indonesia sebagai kontribusi nyata untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kesadaran politik perempuan.
Buku tersebut lahir dari kegelisahannya melihat keterwakilan perempuan dalam politik yang dinilai belum sepenuhnya substantif. Menurutnya, kehadiran perempuan di ruang-ruang kekuasaan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuota semata, tetapi harus disertai kapasitas, kompetensi, dan integritas.
Komitmen memperkuat kualitas demokrasi melalui literasi politik digagas Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok dari Dr. Hj. Qonita Luthfiyah, S.E., M.M.,
Perempuan harus memahami sistem politik secara komprehensif, mulai dari proses legislasi, fungsi pengawasan, hingga etika jabatan. Dengan pemahaman itu, perempuan tidak hanya hadir, tetapi mampu menentukan arah kebijakan,” ujarnya kepada Wartawan Kamis (26/2/2026).
Dalam bukunya, Hj. Qonita mengulas struktur sistem politik Indonesia, peran partai politik dalam proses kaderisasi, hingga tantangan kultural yang masih dihadapi perempuan, seperti stereotip gender dan keterbatasan akses pendidikan politik.
Ia menempatkan literasi sebagai fondasi utama lahirnya kepemimpinan yang berintegritas.
Ia juga menilai perempuan memiliki keunggulan dalam pendekatan yang lebih humanis, dialogis, dan solutif. Ketika kapasitas intelektual berpadu dengan nilai moral, kepemimpinan perempuan diyakini mampu melahirkan kebijakan yang lebih responsif, terutama bagi kelompok rentan.
Selain sebagai calon pemimpin, ia juga menyoroti peran strategis perempuan sebagai pemilih. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemilihnya.
Menutup pernyataannya, Hj. Qonita menekankan bahwa politik sejatinya merupakan ruang pengabdian.
“Bagi saya, politik adalah ruang pengabdian, bukan sekadar ruang kekuasaan. Perempuan harus hadir dengan ilmu, integritas, dan nurani. Jika literasi tumbuh dan kesadaran terbangun, maka akan lahir kepemimpinan yang cerdas sekaligus bermoral,” katanya.

