Religi

Adegan Penyaliban jalan Salib GPM GATIK Kota Ambon, Cinta yang Tercabik, Penderitaan Yesus Untuk Dosa Manusia

adminsigiku.com
×

Adegan Penyaliban jalan Salib GPM GATIK Kota Ambon, Cinta yang Tercabik, Penderitaan Yesus Untuk Dosa Manusia

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis

Ambon – Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Kapten Piere Tendean, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kedatangan mereka untuk menyaksikan drama prosesi penyaliban Tuhan Yesus yang berlangsung penuh khidmat dan emosional di Jemat Galala, Hative Kecil (Gatik).

Tampak adegan terakhir penyaliban Tuhan Yesus yang diperagakan di kawasan SMP Negeri 3 Ambon. Jalan Salib Jemaat GPM Galala Hative Kecil (Gatik) dan AMGPM Cabang Kyrie Elesion 1, Jum’at (3/4/2026).

Sosok Zween Walalayo menjadi pusat perhatian dalam prosesi Jalan Salib Jemaat GPM Galala Hative Kecil (Gatik). Ia memerankan Yesus Kristus dengan penghayatan mendalam, terutama pada adegan penyaliban yang berlangsung dramatis dan menggetarkan hati para penonton.

Dengan langkah tertatih memikul salib, ekspresi kesakitan, hingga momen jatuh berulang kali, Zween berhasil menghidupkan kisah Via Dolorosa.

Kisah Perjalanan Penderitaan Yesus Menuju Golgota.

Emosional para penonton mencapai puncaknya saat adegan penyaliban diperagakan di kawasan SMP Negeri 3 Ambon.

Dalam suasana yang mendadak hening, ribuan pasang mata tertuju pada satu titik, menyaksikan tubuh Yesus diangkat ke kayu salib. Tak sedikit warga yang tampak larut dalam haru, bahkan meneteskan air mata.

Ketua AMGPM Cabang Kyrie Elesion 1, Robby Samusamu, mengungkapkan bahwa keberhasilan adegan tersebut tidak lepas dari kerja keras para pemeran yang berlatih dalam waktu singkat.

“Kami hanya punya waktu satu bulan untuk latihan, termasuk mendalami peran dan menyiapkan teknis adegan penyaliban. Gladi terakhir dilakukan hari Rabu sebelum pelaksanaan,” ujarnya saat diwawancarai Wartawan.

Robby menjelaskan, lebih dari 50 orang terlibat langsung dalam adegan penyaliban. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 10 adegan inti yang diperagakan sepanjang prosesi, menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus secara runtut dan penuh makna.

Teriakan “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” dari para pemeran massa menggema di sepanjang rute.

Suara tangis pemeran Maria ibu Yesus seakan menambah kuat nuansa dramatis sekaligus menggugah emosi penonton yang mengikuti prosesi dari awal hingga akhir.

Robby mengakui, waktu persiapan yang hanya satu bulan tergolong sangat singkat untuk kegiatan berskala besar.

Di akhir kegiatan, Robby Samu samu mengajak seluruh umat untuk tidak hanya berhenti pada perenungan penderitaan, tetapi juga merayakan kemenangan melalui kebangkitan Yesus Kristus.

Selamat merayakan Paskah. Biarlah kebangkitan-Nya menjadi kemenangan bagi kita semua umat Kristen. Ajakan tersebut menegaskan bahwa makna utama dari prosesi Jalan Salib tidak hanya terletak pada penderitaan. Tetapi juga pada harapan, kemenangan, dan kehidupan baru yang diyakini hadir melalui kebangkitan Yesus Kristus, tutup Robby.