Pewarta : Lina SC
Kab. Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan sedikitnya 100 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat lahir sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem industri halal dan menjawab kebutuhan tenaga penyembelih kompeten.
Target tersebut disampaikan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi Juleha Jawa Barat di Pesantren Pertanian At-Taqwa, Ngamprah, Senin (18/5/2026).
“Kami targetkan minimal 100 Juleha tersertifikasi tahun ini. Bandung Barat harus menjadi contoh daerah dengan Juleha terbanyak dan terbaik,” ujar Asep.
Menurutnya, proses penyembelihan menjadi titik krusial dalam menjaga kehalalan produk daging sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal.
Saat ini, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Pemkab Bandung Barat baru memiliki 6 (enam) Juleha aktif bersertifikat, sementara kebutuhan pasar terus meningkat.
Pemkab Bandung Barat juga akan menyusun basis data Juleha tersertifikasi dan menghubungkannya dengan pelaku usaha kuliner serta Rumah Pemotongan Hewan untuk memperluas penggunaan Tenaga Penyembelih Halal bersertifikat.
Selain materi fiqih penyembelihan, peserta pelatihan dibekali pemahaman tentang kesejahteraan hewan, higienitas, keamanan pangan, hingga teknologi ketelusuran produk halal.
Kepala Dispernakan Bandung Barat Wiwin Aprianti mengatakan pelatihan dan uji kompetensi Juleha telah difasilitasi sejak 2023 dengan dukungan Bank Indonesia Jawa Barat.
“Juleha menjadi garda terdepan dalam memastikan produk pangan yang beredar aman, halal, dan sesuai syariat,” kata Wiwin.

