Pria Ditemukan Tewas di Dasar Sungai Cibeureum, Diduga Terjatuh Saat Epilepsi Kambuh

0
99

Pewarta : Wahyu

Kota Bandung – Seorang pria yang selama ini dikenal warga sebagai juru pengatur lalu lintas informal atau “Pak Ogah” ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cibeureum, kawasan Jalan Jenderal Amir Machmud, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin (1/6/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh telah kaku. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.

Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Campaka, Asep Maman, mengatakan korban dikenal luas oleh warga karena kerap membantu mengatur arus kendaraan di kawasan Babakan Cibeureum. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh ke sungai setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

“Korban memang memiliki riwayat epilepsi. Selama ini ia dikenal baik oleh warga dan tidak pernah menimbulkan keresahan,” ujar Asep.

Informasi penemuan korban pertama kali diterima sekitar pukul 07.00 WIB dari seorang warga yang hendak berangkat bekerja. Sementara itu, seorang sopir taksi mengaku masih melihat korban beraktivitas seperti biasa sekitar pukul 05.00 WIB di lokasi tempatnya biasa mengatur lalu lintas.

Berdasarkan rentang waktu tersebut, muncul dugaan korban terjatuh ke sungai saat mengalami serangan epilepsi. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

“Dugaan sementara mengarah ke penyakit yang dideritanya. Namun kepastian penyebab meninggalnya korban masih dalam penanganan dan pemeriksaan petugas,” katanya.

Asep mengungkapkan, korban sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa. Saat itu korban terjatuh akibat serangan epilepsi di lokasi yang tidak jauh dari tempat ditemukannya jenazah, namun berhasil diselamatkan warga.

Menurutnya, korban sempat tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di wilayah tersebut. Setelah sang ibu meninggal dunia, korban diketahui hidup sebatang kara dan tidak memiliki tempat tinggal tetap.

“Setelah ibunya meninggal, keluarga lainnya pindah. Korban tetap berada di sekitar sini dan sering bermalam di gardu listrik maupun pos ronda,” ungkapnya.

Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB oleh petugas Inafis, PMI, dan warga setempat. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.