BPBD Sukabumi Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk 315 KK Terdampak Kekeringan

0
18

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kecamatan Cibadak, Kamis (2/7/2026).

Bersama Relawan Rumah Zakat, BPBD mendistribusikan dua mobil tangki berkapasitas masing – masing 5.000 liter ke Kampung Lingkungansari RW 21, Kelurahan Cibadak, serta Kampung Cikiwul Tonggoh RT 02/RW 01, Desa Sekarwangi. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 315 kepala keluarga (KK) yang mengalami kekurangan air bersih akibat sumur mengering.

Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Imam Insani Kamal, mengatakan distribusi air bersih merupakan respons cepat atas laporan masyarakat. Menurutnya, bantuan ke Desa Sekarwangi merupakan kali kedua dilakukan BPBD selama masa kekeringan.

BPBD juga terus memantau perkembangan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Nagrak, Gegerbitung, Cidahu, dan beberapa kecamatan lainnya mulai menunjukkan potensi kekeringan sehingga asesmen dan penyaluran bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan.

Selain itu, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air karena musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan sebanyak 150 KK di RW 21 Kelurahan Cibadak, 125 KK di RT 02/RW 01 Desa Sekarwangi, serta sekitar 40 KK di RT 03/RW 01 terdampak kekeringan.

Ia menerangkan, mengeringnya sumur warga dipicu penghentian sementara aliran irigasi yang sedang direhabilitasi di Desa Karangtengah. Kondisi tersebut juga mulai berdampak pada lahan pertanian, perkebunan, dan kolam ikan milik warga.

Ketua RW 21 Kelurahan Cibadak, Cucup, mengapresiasi respons cepat BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang selama ini bergantung pada sumur gali yang ikut mengering akibat terhentinya aliran irigasi.

BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, relawan, dan berbagai pihak dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau.