Hadiri Rakernas APEKSI, Ayep Zaki Bawa Pulang Agenda Penguatan PAD dan Inovasi Tata Kelola

0
44

Pewarta : Arief

Kota Medan – Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), inovasi tata kelola pemerintahan, hingga strategi membangun identitas kota menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang dihadiri Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki di Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Rakernas yang mempertemukan 98 wali kota se-Indonesia tersebut menjadi forum strategis untuk menyusun langkah bersama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mempercepat pembangunan perkotaan melalui kolaborasi dan pertukaran inovasi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Dalam arahannya, Bima menegaskan pemerintah kota kini menjadi ujung tombak transformasi pembangunan nasional karena mampu menghadirkan berbagai terobosan di tengah keterbatasan fiskal.

“Hari ini saya justru melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota – kota saat ini menjadi transformer, menjadi survivor dengan berbagai macam inisiatif kepemimpinan,” ujarnya.

Menurut Bima, praktik-praktik terbaik tidak lagi harus dicari ke luar negeri. Berbagai daerah di Indonesia telah membuktikan bahwa inovasi mampu mendorong peningkatan kinerja pemerintahan sekaligus memperkuat pendapatan daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan Kota Pekanbaru yang mampu meningkatkan PAD dari sekitar Rp. 809 Miliar menjadi Rp. 1,2 Triliun hanya dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut dinilai lahir dari kepemimpinan yang adaptif, reformasi tata kelola, serta keberanian melakukan berbagai inovasi.

“Belajar tidak usah jauh – jauh ke luar negeri. Praktik terbaik itu ada di sini semua. Saya sangat merekomendasikan Bapak Ibu mempelajari secara detail berbagai inovasi yang dilakukan daerah – daerah seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru,” katanya.

Selain optimalisasi PAD, Wamendagri juga mendorong pemerintah kota memperluas sumber pembiayaan pembangunan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut dinilai efektif mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik tanpa bergantung sepenuhnya pada kemampuan APBD.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun city branding yang kuat sebagai identitas daerah. Menurutnya, identitas kota bukan sekadar pencitraan, melainkan strategi untuk menarik investasi, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Branding bukan hanya pencitraan. Branding yang baik adalah citra hari ini, cerita masa lalu, dan cita-cita masa depan. Kota yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikenal dan pada akhirnya mampu meningkatkan PAD,” tegasnya.

Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, keikutsertaan Wali Kota H. Ayep Zaki dalam Rakernas XVIII APEKSI menjadi momentum untuk menyerap berbagai model kebijakan yang telah terbukti berhasil di sejumlah daerah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kemandirian fiskal, memperluas investasi, serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Sukabumi.