Pemkot Bandung Dorong Daya Saing UMKM, 38 Pelaku Usaha Ramaikan Festival Sentra Industri dan All About Tahu

0
14

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Festival Sentra Industri dan Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung di Cihampelas Walk (Ciwalk), yang berlangsung pada 3 – 12 Juli 2026.

Sebanyak 38 pelaku UMKM ambil bagian dalam dua festival tersebut dengan menampilkan beragam produk unggulan hasil sentra industri dan inovasi kuliner khas Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri kreatif.

Festival Sentra Industri menghadirkan berbagai produk unggulan dari sejumlah sentra industri Kota Bandung, di antaranya Sentra Rajut Binongjati, Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Kaos dan Sablon Suci, Sentra Boneka Sukamulya, Sentra Boneka Warung Muncang, Sentra Tas Kebonlega, Sentra Kaligrafi Cicaheum, Sentra Lukisan Siliwangi, Sentra Ecoprint Sadang Serang, hingga Sentra Alat Musik Tradisional Binong.

Sementara itu, Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung menyuguhkan beragam inovasi olahan tahu serta aneka jajanan khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Bandung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Festival All About Tahu telah menjadi agenda tahunan yang terus diperkuat sebagai identitas promosi kuliner Kota Bandung.

Menurutnya, nama “All About Tahu” bahkan telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk menjaga keberlanjutan identitas dan branding festival tersebut.

“Melalui festival ini kami ingin memperkenalkan produk unggulan Kota Bandung kepada masyarakat yang lebih luas, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Ronny.

Ronny menegaskan sektor industri masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kota Bandung. Berdasarkan data tahun 2025, sektor industri menyumbang 17,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung dan menjadi kontributor terbesar kedua setelah sektor perdagangan.

Ia menambahkan, industri kecil dan menengah (IKM) merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah sehingga pemerintah terus memberikan dukungan melalui pendampingan usaha, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran secara digital maupun konvensional.

“IKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi prioritas kami,” katanya.

Berdasarkan pembaruan data tahun 2025, Kota Bandung memiliki 37 sentra industri yang menaungi 1.763 pelaku usaha kecil dan menengah dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 7.930 orang. Sentra-sentra tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari fesyen, kriya, kerajinan hingga kuliner yang menjadi identitas ekonomi kreatif Kota Bandung.

Festival secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang mewakili Wali Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia menilai festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi berbasis UMKM.

“Produk unggulan Kota Bandung, baik kuliner, fesyen, sepatu, kerajinan maupun produk kreatif lainnya harus terus diperkuat dan dipromosikan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Iskandar juga mengungkapkan Kota Bandung tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala nasional pada tahun mendatang. Karena itu, kualitas produk UMKM dan sentra industri harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing sekaligus menjadi representasi terbaik Kota Bandung di tingkat nasional.

Melalui dua festival tersebut, Pemkot Bandung berharap pelaku UMKM semakin memiliki ruang promosi yang luas, memperkuat jejaring pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.